Eks Karyawan Sritex Desak Percepatan Lelang Aset untuk Bayar Pesangon dan THR

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eks karyawan Sritex mendesak kurator mempercepat lelang aset perusahaan agar pesangon dan THR segera dibayarkan di tengah proses pailit dan PHK massal. ( Poto : KOMPAS.com/Muchamad Dafi Yusuf )

Eks karyawan Sritex mendesak kurator mempercepat lelang aset perusahaan agar pesangon dan THR segera dibayarkan di tengah proses pailit dan PHK massal. ( Poto : KOMPAS.com/Muchamad Dafi Yusuf )

Jakarta, jemarionline.com – Ribuan eks karyawan Sritex pesangon THR masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka setelah perusahaan dinyatakan pailit. Para mantan pekerja terus mendesak kurator untuk mempercepat proses lelang aset agar hak eks karyawan Sritex pesangon THR segera dibayarkan.

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengatakan pihaknya aktif mendorong proses lelang aset. Ia menilai percepatan lelang menjadi kunci utama pembayaran hak pekerja. Agus menegaskan bahwa ribuan eks buruh Sritex masih menunggu pembayaran pesangon dan THR. Ia menyebut dari 8.475 karyawan yang terkena PHK, sekitar 60 persen sudah tidak lagi berada pada usia produktif.

“Sekarang kami terus mengejar kurator agar segera melelang aset-aset perusahaan,” ujar Agus.

Baca Juga :  RI Tak Bisa Pungut Pajak Digital Google hingga Netflix, Apa Penyebabnya?

Banyak Eks Buruh Kehilangan Penghasilan

Agus menjelaskan bahwa banyak eks karyawan Sritex mengalami kesulitan ekonomi. Ia menyebut sebagian besar sudah tidak dapat bekerja lagi karena usia tidak lagi memenuhi syarat kerja di perusahaan baru. Sejumlah mantan pekerja menjual barang berharga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, banyak yang memilih pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup.

“Banyak teman-teman sudah menjual aset pribadi atau bekerja serabutan,” jelasnya. Ia juga menyebut para pekerja sudah menghabiskan dana Jaminan Hari Tua (JHT) setelah Lebaran, sehingga banyak keluarga kehilangan sumber penghidupan.

Sebagian Masih Bekerja di Sektor Lain

Agus menambahkan bahwa sebagian eks pekerja yang masih produktif sudah kembali bekerja di sektor lain, terutama industri garmen dan layanan SPPG.Ia mencatat sekitar 1.600 hingga 1.800 orang sudah bekerja kembali di industri garmen, sementara lainnya menyebar ke berbagai perusahaan dan sektor informal.

Baca Juga :  THR PNS Cair 26 Februari 2026, Untuk Pegawai Swasta Menunggu Ini Jadwalnya

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah mencatat PHK Sritex terjadi pada Februari 2025, meskipun putusan pailit keluar pada 2024. Total kewajiban perusahaan mencapai sekitar Rp350 miliar.

Pemerintah daerah melaporkan bahwa kurator bersama KPKNL masih melakukan proses pendataan dan penilaian aset perusahaan. Mereka mengidentifikasi mesin produksi, kendaraan, dan properti sebelum melelang aset tersebut. Proses ini menjadi langkah penting untuk memastikan pembayaran kewajiban perusahaan kepada para pekerja.***

Berita Terkait

MBG dan Kopdes Dinilai Membebani APBN, Purbaya: Program Fleksibel Bisa Disesuaikan Kondisi Fiskal
Purbaya Bingung IHSG Terus Merosot, Klaim Kondisi Fiskal Indonesia Positif
Media China Soroti Rupiah Merosot, Sebut Faktor Ini Jadi Penyebab Utama
Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar
Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Pemerintah Naikkan Harga MinyaKita, Ini Alasan di Balik Keputusan Tersebut
Rupiah dan IHSG Anjlok, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Ambil Langkah Intervensi
Kementan Buka Peluang Bisnis Dapur Susu untuk MBG, Modal Mulai di Bawah Rp5 Miliar
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00 WIB

MBG dan Kopdes Dinilai Membebani APBN, Purbaya: Program Fleksibel Bisa Disesuaikan Kondisi Fiskal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:00 WIB

Purbaya Bingung IHSG Terus Merosot, Klaim Kondisi Fiskal Indonesia Positif

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:00 WIB

Media China Soroti Rupiah Merosot, Sebut Faktor Ini Jadi Penyebab Utama

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Berita Terbaru