Rupiah dan IHSG Anjlok, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Ambil Langkah Intervensi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Jakarta, Jemarionline.com– Pelemahan nilai tukar rupiah dan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memicu perhatian publik. Kondisi tersebut mendorong sejumlah anggota DPR RI meminta pemerintah dan Bank Indonesia bergerak cepat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG mengalami tekanan berat hingga turun mendekati 5 persen pada sesi perdagangan. Pada saat yang sama, rupiah juga terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan mendekati level terlemah sepanjang sejarah.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai sentimen investor dan stabilitas pasar keuangan dalam jangka pendek. Karena itu, DPR meminta Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan pasar.

DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Sejumlah anggota DPR menilai pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG memerlukan respons cepat dari otoritas ekonomi.

Mereka meminta Bank Indonesia memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar. Selain itu, DPR juga meminta Kementerian Keuangan menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan yang mampu meredam gejolak pasar.

DPR menilai koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan pelaku pasar menjadi faktor penting untuk mengurangi tekanan yang saat ini terjadi.

Karena itu, parlemen berencana meminta penjelasan langsung dari otoritas terkait mengenai kondisi pasar dan langkah yang telah mereka siapkan.

Rupiah Terus Mengalami Tekanan

Nilai tukar rupiah menjadi salah satu sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Tiga Kali Direvisi, Aturan Wajib Parkir Devisa Hasil Ekspor Kini Semakin Longgar

Sejumlah analis menilai kombinasi sentimen global, penguatan dolar AS, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan Timur Tengah ikut memperkuat posisi dolar AS di pasar global. Kondisi tersebut membuat rupiah semakin sulit memperoleh momentum penguatan.

Karena itu, pelaku pasar terus memantau langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

IHSG Tertekan oleh Aksi Jual Investor

Tekanan pada pasar saham juga semakin besar ketika investor melakukan aksi jual di berbagai sektor.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat turun hingga mendekati level 5.889 pada sesi perdagangan Rabu. Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi terdalam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Analis pasar menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan saham. Selain itu, sentimen dari MSCI dan FTSE Russell juga memengaruhi keputusan investor untuk mengurangi eksposur pada pasar Indonesia.

Karena itu, banyak pelaku pasar memilih bersikap lebih hati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru.

Menkeu Minta Pasar Tetap Tenang

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak yang terjadi.

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik. Ia juga menilai tekanan yang muncul lebih banyak berasal dari sentimen jangka pendek.

“Fondasi ekonominya bagus,” ujar Purbaya.

Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan pasar dan menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga :  Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, BI Sebut Likuiditas dan Permintaan Kredit Masih Kuat

Bank Indonesia Jadi Sorotan

Di tengah pelemahan rupiah, banyak pihak menyoroti peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

DPR meminta BI mengambil langkah yang lebih agresif apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut. Selain itu, sejumlah anggota parlemen juga mendorong koordinasi yang lebih intensif antara BI dan pemerintah.

Bank Indonesia selama ini mengandalkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk intervensi di pasar valas dan pengelolaan likuiditas. Namun pelaku pasar tetap menunggu langkah lanjutan yang lebih kuat apabila tekanan global terus meningkat.

Investor Menunggu Kepastian

Pelaku pasar saat ini lebih fokus pada arah kebijakan ekonomi pemerintah dan bank sentral.

Mereka menunggu langkah konkret yang mampu mengembalikan kepercayaan pasar. Selain itu, investor juga memperhatikan perkembangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Banyak analis menilai kejelasan kebijakan dan komunikasi yang kuat dari pemerintah dapat membantu meredakan tekanan di pasar keuangan. Karena itu, respons cepat dari otoritas ekonomi menjadi faktor yang sangat penting dalam beberapa hari ke depan. (man)

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB