Jemarionline .com – Harga beberapa jenis BBM nonsubsidi kembali naik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, langsung menjelaskan alasan di balik kenaikan tersebut.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah memang membiarkan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Artinya, perubahan harga sangat bergantung pada kondisi minyak dunia.
Kenaikan ini menyasar sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Ketiga jenis BBM itu mengalami lonjakan harga yang cukup terasa dibandingkan sebelumnya.
Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga harga BBM yang banyak digunakan masyarakat. Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap di Rp6.800 per liter. Harga Pertamax juga belum berubah.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah sengaja membedakan perlakuan antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Pemerintah mengatur harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara itu, pelaku usaha menentukan harga BBM nonsubsidi berdasarkan pergerakan pasar global.
Ia juga menyoroti karakteristik BBM dengan spesifikasi tinggi. Pertamax Turbo, misalnya, menyasar kendaraan dengan kebutuhan performa lebih tinggi. Hal yang sama berlaku untuk Dexlite dan Pertamina Dex.
Menurut Bahlil, konsumen BBM jenis tersebut umumnya tidak bergantung pada subsidi pemerintah. Karena itu, harga produk tersebut menyesuaikan kondisi pasar tanpa intervensi langsung.
Kondisi pasar minyak dunia saat ini memang bergerak tidak stabil. Perubahan harga global langsung memengaruhi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Meski begitu, pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas BBM subsidi. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan energi sehari-hari tanpa tekanan harga yang berlebihan.









