Harga Pertamax Turbo Naik Selaras Harga Minyak Dunia, Ini Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jemarionline.com – Kenaikan harga Pertamax Turbo kembali menarik perhatian masyarakat setelah angkanya melonjak dalam waktu singkat. Di sejumlah SPBU, harga BBM beroktan tinggi ini kini mencapai sekitar Rp19.400 per liter. Sebelumnya, pengguna masih bisa mendapatkannya di kisaran Rp13.100 per liter.

Lonjakan ini membuat banyak pengendara mulai bertanya: apakah mereka masih perlu menggunakan Pertamax Turbo untuk kebutuhan harian?

ESDM Jelaskan Penyebab Kenaikan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa pemerintah menyesuaikan harga Pertamax Turbo dengan pergerakan harga minyak dunia.

Pemerintah tidak menetapkan harga BBM nonsubsidi secara tetap. Sebaliknya, pasar global menentukan perubahan harga tersebut sesuai kondisi energi internasional.

Ketika harga minyak dunia naik, harga BBM nonsubsidi di dalam negeri juga ikut bergerak.

Faktor Global Dorong Harga Naik

Sejumlah faktor global mendorong kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir. Konflik geopolitik mengganggu pasokan energi, sementara permintaan meningkat seiring pemulihan ekonomi global.

Baca Juga :  Kementerian ESDM Bakal Ganti Peralatan Gardu Induk Imbas Mati Listrik di Jakarta

Kondisi ini membuat harga energi sulit stabil. Akibatnya, pemerintah harus menyesuaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo.

Dampak Langsung ke Pengguna

Kenaikan harga Pertamax Turbo langsung terasa bagi pengguna kendaraan, terutama yang rutin memakai BBM beroktan tinggi. Selisih harga yang cukup besar membuat sebagian masyarakat mulai menghitung ulang pengeluaran harian.

Beberapa pengguna memilih untuk:

  • Mengurangi penggunaan kendaraan
  • Mengatur pola berkendara agar lebih hemat
  • Beralih ke BBM dengan harga lebih terjangkau

Apakah Masih Layak Menggunakan Pertamax Turbo?

Penggunaan Pertamax Turbo tetap cocok untuk kendaraan dengan spesifikasi mesin tinggi yang membutuhkan oktan besar. BBM ini membantu menjaga performa mesin tetap optimal.

Namun, untuk penggunaan harian biasa, banyak pengguna mulai mempertimbangkan Pertamax reguler sebagai alternatif yang lebih hemat.

Baca Juga :  Setahun Dibentuk Presiden Prabowo Subianto, Danantara Terbitkan Utang Baru Rp7 Triliun

Dalam situasi seperti ini, pengguna perlu menyesuaikan pilihan BBM dengan kebutuhan kendaraan, bukan hanya kebiasaan.

BBM Subsidi Tetap Stabil

Di tengah kenaikan ini, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Kebijakan ini membantu melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha menyeimbangkan kondisi pasar global dengan kebutuhan dalam negeri.

Prospek Harga ke Depan

Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia. Jika kondisi global berubah, harga BBM nonsubsidi masih bisa mengalami penyesuaian.

Karena itu, masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan fluktuasi harga energi dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Kenaikan harga Pertamax Turbo terjadi karena pengaruh langsung dari pasar energi global.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya menyesuaikan penggunaan BBM dengan kebutuhan kendaraan dan kondisi keuangan agar pengeluaran tetap terkendali.

Penulis : Fathur

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010
Harga Gas Naik dan Produk China Membanjir, Industri Tekstil Indonesia Makin Tertekan
Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ajak Semua Pihak Jujur Melihat Kenyataan
Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 Berubah, Pertamax Turbo Naik dan Dex Series Turun
Danantara Umumkan Petinggi DSI Pekan Depan, Ini Bocorannya
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Tekanan Akan Mereda dalam Beberapa Bulan
Ekspor Batu Bara dan Sawit Wajib Lapor DSI Mulai 1 Juni 2026, Ini Aturannya
Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Tekanan Rupiah Mereda, Geopolitik Global Jadi Kunci
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Gas Naik dan Produk China Membanjir, Industri Tekstil Indonesia Makin Tertekan

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ajak Semua Pihak Jujur Melihat Kenyataan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 Berubah, Pertamax Turbo Naik dan Dex Series Turun

Senin, 1 Juni 2026 - 09:00 WIB

Danantara Umumkan Petinggi DSI Pekan Depan, Ini Bocorannya

Berita Terbaru

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB