Jemarionline.com, Lombok Barat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dilaporkan terhenti sementara setelah puluhan dapur penyedia layanan dihentikan operasionalnya. Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu penerima manfaat, terutama pelajar.
Sebanyak 39 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG diketahui disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian ini dilakukan karena sejumlah dapur belum memenuhi standar dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Akibatnya, distribusi makanan bergizi yang biasanya rutin diterima oleh para siswa dan kelompok sasaran lainnya menjadi terganggu.
Puluhan Ribu Siswa Terdampak
Penghentian sementara program ini berdampak cukup luas. Sekitar 52 ribu penerima manfaat di Lombok Barat, yang sebagian besar merupakan pelajar, tidak lagi menerima layanan makanan bergizi selama periode penghentian berlangsung.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi pemenuhan gizi harian para siswa, terutama mereka yang selama ini sangat bergantung pada program tersebut.
Pemerintah Lakukan Evaluasi
Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional saat ini tengah melakukan koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program. Langkah ini dilakukan agar operasional dapur yang memenuhi syarat dapat segera kembali berjalan.
Selain itu, perbaikan standar operasional dan pengawasan disebut akan diperketat untuk memastikan program MBG dapat berjalan lebih optimal ke depannya.
Masyarakat berharap program MBG dapat segera kembali berjalan normal mengingat perannya yang penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan di Lombok Barat.









