Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS Kesehatan mencatat terjadi peningkatan rasio klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Februari 2026 yang mencapai 111,86 persen. Ilustrasi. (Arsip BPJS Kesehatan).

BPJS Kesehatan mencatat terjadi peningkatan rasio klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Februari 2026 yang mencapai 111,86 persen. Ilustrasi. (Arsip BPJS Kesehatan).

Jemarionline – Rasio klaim BPJS Kesehatan tercatat mencapai 111,86 persen sepanjang 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2018 dan menunjukkan tekanan besar terhadap keuangan program jaminan kesehatan nasional.

Rasio klaim sendiri merupakan perbandingan antara total biaya layanan kesehatan yang dibayarkan dengan pendapatan iuran yang diterima. Ketika angka tersebut melampaui 100 persen, artinya pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan.

Kondisi ini mencerminkan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta. Di satu sisi, hal tersebut menunjukkan akses layanan yang semakin luas dan optimal. Namun di sisi lain, peningkatan ini juga menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan pembiayaan.

Baca Juga :  Tips Agar Anak Tidak Cepat Lapar Saat Puasa

Tekanan terhadap rasio klaim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah meningkatnya jumlah kunjungan pasien, biaya pengobatan yang semakin tinggi, serta tren penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang.

Selain itu, perubahan pola pemanfaatan layanan kesehatan pascapandemi juga turut berkontribusi. Banyak masyarakat yang sebelumnya menunda pengobatan kini kembali memanfaatkan layanan kesehatan secara intensif.

Menghadapi kondisi tersebut, BPJS Kesehatan bersama pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keseimbangan keuangan. Salah satunya melalui penguatan layanan promotif dan preventif.

Baca Juga :  Harga Perak Naik Tajam, Investor Mulai Melirik Logam Mulia Alternat

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka klaim dengan mendorong masyarakat menjaga kesehatan sejak dini. Selain itu, efisiensi dalam sistem pembiayaan dan peningkatan kualitas layanan juga menjadi fokus utama.

Ke depan, keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional akan sangat bergantung pada keseimbangan antara iuran peserta dan biaya layanan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci penting.

Berita Terkait

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal
AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya
5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:00 WIB

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB