Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Malam ini selalu dinantikan umat Muslim setiap bulan Ramadan karena diyakini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan nilai ibadah di dalamnya lebih baik daripada seribu bulan. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah munculnya Lailatul Qadar?
Awal Mula Lailatul Qadar
Sejarah Lailatul Qadar berkaitan erat dengan peristiwa besar dalam Islam, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Peristiwa tersebut terjadi ketika Nabi sedang beribadah dan menyendiri di Gua Hira, dekat Kota Makkah, pada bulan Ramadan.
Pada malam itulah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa ayat “Iqra” (Bacalah), yang menjadi awal turunnya Al-Qur’an sekaligus awal masa kenabian. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai malam Lailatul Qadar.
Al-Qur’an menegaskan:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”
Keterangan tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah Surah Al-Qadr.
Makna Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa kata qadar memiliki beberapa makna, di antaranya:
-
Malam kemuliaan dan keagungan.
-
Malam penetapan takdir manusia untuk satu tahun ke depan.
-
Malam dengan pahala ibadah yang sangat besar.
Karena itu, Lailatul Qadar dianggap sebagai malam paling mulia sepanjang tahun bagi umat Islam.
Latar Belakang Diberikannya Lailatul Qadar
Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah mengetahui umat para nabi terdahulu memiliki usia yang sangat panjang. Beliau merasa khawatir umatnya yang memiliki umur lebih pendek akan memiliki kesempatan ibadah yang lebih sedikit.
Sebagai bentuk rahmat, Allah memberikan satu malam istimewa yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun ibadah. Dengan demikian, umat Islam tetap memiliki kesempatan meraih pahala besar meskipun usia hidup lebih singkat.
Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Nabi Muhammad tidak menetapkan tanggal pasti terjadinya Lailatul Qadar. Beliau justru menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Hikmah dari tidak disebutkannya tanggal secara pasti adalah agar umat Islam meningkatkan ibadah secara konsisten sepanjang akhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam tertentu.
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Beberapa keutamaan Lailatul Qadar yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis antara lain:
-
Ibadah lebih baik dari seribu bulan.
-
Malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan.
-
Malam penuh kedamaian hingga terbit fajar.
-
Doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
-
Dosa-dosa yang lalu dapat diampuni bagi orang yang beribadah dengan iman dan keikhlasan.
Karena itu, Rasulullah memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Hikmah Spiritual Lailatul Qadar
Lailatul Qadar bukan sekadar malam istimewa, tetapi juga momentum spiritual bagi umat Islam untuk memperbaiki diri. Malam ini menjadi kesempatan untuk bertaubat, memperkuat hubungan dengan Allah, serta memulai kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, keberadaan Lailatul Qadar menunjukkan kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad dengan memberikan peluang pahala yang sangat besar dalam waktu yang singkat.
Kesimpulan
Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an yang terjadi pada bulan Ramadan dan menjadi malam paling mulia dalam Islam. Malam ini diberikan sebagai rahmat besar agar umat Islam dapat meraih pahala luar biasa meskipun memiliki umur yang relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu. Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.









