Fenomena Istiwa A’zam Terjadi 27–28 Mei 2026, Kemenag Ajak Umat Verifikasi Arah Kiblat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/am.

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/am.

Jakarta, Jemarionline.com – Kementerian Agama mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena Istiwa A’zam pada 27 dan 28 Mei 2026 untuk memastikan kembali arah kiblat.

Fenomena ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengecek arah salat secara langsung melalui posisi Matahari.

Selain praktis, metode ini juga mudah dilakukan karena tidak membutuhkan alat khusus.

Karena itu, Kemenag mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momen tersebut secara maksimal.

Istiwa A’zam Jadi Momen Menentukan Arah Kiblat

Istiwa A’zam terjadi ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah di Makkah.

Pada saat itu, bayangan dari benda yang berdiri tegak menunjukkan garis yang membantu menentukan arah kiblat.

Melalui fenomena tersebut, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara sederhana dan cepat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Adib, mengatakan:

“Fenomena ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memastikan kembali arah kiblat secara mandiri.”

Selain membantu pengecekan, metode ini juga sering menjadi acuan dalam edukasi astronomi Islam.

Baca Juga :  Waktu-Waktu Haram Sholat dan Dalilnya

Catat Jadwal Pengamatan pada 27 dan 28 Mei

Kemenag meminta masyarakat memperhatikan waktu agar hasil pengamatan lebih tepat.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan pada:

  • Rabu, 27 Mei 2026
  • Kamis, 28 Mei 2026

Dengan waktu:

  • 16.18 WIB
  • 17.18 WITA
  • 18.18 WIT

Ketepatan waktu memegang peran penting.

Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya menyiapkan lokasi beberapa menit sebelum pengamatan dimulai.

Cara Cek Arah Kiblat Secara Mandiri

Kemenag juga membagikan langkah yang dapat dilakukan di rumah.

Ikuti tahapan berikut:

  1. Cari tempat datar yang terkena sinar Matahari.
  2. Letakkan tongkat atau benda lurus secara tegak.
  3. Tunggu hingga waktu pengamatan tiba.
  4. Perhatikan arah bayangan yang muncul.
  5. Tarik garis dari ujung bayangan menuju pangkal benda.
  6. Gunakan garis tersebut sebagai acuan arah kiblat.
Baca Juga :  Apakah Rasulullah Pernah Membayar Zakat Fitrah dengan Uang? Ini Penjelasannya

Selain itu, masyarakat dapat memberi tanda permanen agar lebih mudah digunakan kembali.

Kemenag Minta Umat Tidak Terburu-buru Mengubah Posisi

Kemenag menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan arah yang sudah digunakan.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung mengubah posisi kiblat setelah melakukan pengecekan.

Jika hasil pengamatan menunjukkan arah yang sama, masyarakat cukup mempertahankan posisi yang ada.

Adib menegaskan:

“Apabila arah kiblat yang digunakan selama ini sudah benar, masyarakat tidak perlu mengubahnya.”

Penjelasan tersebut bertujuan agar masyarakat tetap tenang saat melakukan verifikasi.

Arah kiblat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan salat.

Selain itu, perubahan posisi bangunan atau kekeliruan saat pengukuran awal dapat memengaruhi akurasi arah.

Karena alasan tersebut, pengecekan berkala dapat membantu menjaga ketepatan.

Tidak hanya masjid dan musala, rumah pribadi juga dapat memanfaatkan momen ini. (man)

Berita Terkait

MUI Tegaskan Pembelian Sapi Kurban Presiden Pakai APBN Tidak Masalah Secara Syari
Apa yang Dibaca di Antara Takbir Salat Idul Adha? Ini Tata Cara Lengkapnya
Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai Kapan? Simak Waktu, Bacaan, dan Tata Caranya
Hari Arafah 26 Mei 2026: Kumpulan Doa, Zikir dan Ucapan yang Banyak Dicari
Niat Puasa Tarwiyah Hari Ini Lengkap Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya
Shalat dan Kesehatan Mental: Kajian Ilmiah tentang Dampaknya pada Sistem Saraf Manusia
Masjid Indonesia di Jepang Jadi Pusat Dakwah Baru
Panduan Sholat Tahajjud, Ibadah Malam yang Penuh Keutamaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00 WIB

MUI Tegaskan Pembelian Sapi Kurban Presiden Pakai APBN Tidak Masalah Secara Syari

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00 WIB

Apa yang Dibaca di Antara Takbir Salat Idul Adha? Ini Tata Cara Lengkapnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:00 WIB

Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai Kapan? Simak Waktu, Bacaan, dan Tata Caranya

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

Fenomena Istiwa A’zam Terjadi 27–28 Mei 2026, Kemenag Ajak Umat Verifikasi Arah Kiblat

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WIB

Hari Arafah 26 Mei 2026: Kumpulan Doa, Zikir dan Ucapan yang Banyak Dicari

Berita Terbaru