Shalat dan Kesehatan Mental: Kajian Ilmiah tentang Dampaknya pada Sistem Saraf Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Shalat tidak hanya ibadah spiritual, tetapi juga memiliki dampak ilmiah terhadap kesehatan mental, sistem saraf, dan stabilitas emosi manusia.( Poto : muidigital ).

Shalat tidak hanya ibadah spiritual, tetapi juga memiliki dampak ilmiah terhadap kesehatan mental, sistem saraf, dan stabilitas emosi manusia.( Poto : muidigital ).

Jakarta, jemarionline.com – Shalat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban dalam Islam, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesehatan mental manusia.

Dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti di bidang psikologi dan neurosains mulai meneliti hubungan antara aktivitas spiritual dan kondisi otak manusia.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa seseorang yang melaksanakan shalat secara teratur dan khusyuk cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, emosi yang lebih stabil, serta ketenangan batin yang lebih baik.

Rasulullah SAW juga menekankan peran shalat sebagai sumber ketenangan ketika beliau meminta Bilal untuk “mengistirahatkan kami dengan shalat.”

Pihak yang Mengkaji Hubungan Shalat dan Kesehatan Mental

Penelitian mengenai dampak shalat terhadap kesehatan mental melibatkan ilmuwan dari berbagai bidang, seperti neurosains, psikologi klinis, dan kesehatan jiwa.

Mereka meneliti bagaimana aktivitas spiritual memengaruhi sistem saraf dan fungsi otak manusia.

Selain itu, para ulama dan akademisi Islam terus mengkaji shalat dari sisi spiritual dan menjelaskan hubungannya dengan ketenangan hati serta keseimbangan jiwa.

Proses Relaksasi dalam Sistem Saraf Manusia

Ketika seseorang melaksanakan shalat dengan tenang dan penuh fokus, tubuhnya mulai mengaktifkan sistem saraf parasimpatik.

Baca Juga :  Mengapa Wahyu Pertama Turun Surat Al-‘Alaq Tidak Surat Yang Lain.?

Sistem ini bekerja untuk menurunkan respons stres dan mengembalikan keseimbangan tubuh.

Tubuh kemudian mengurangi produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Proses ini membuat detak jantung lebih stabil, pernapasan lebih teratur, dan pikiran menjadi lebih tenang.

Dengan cara ini, shalat membantu tubuh keluar dari kondisi tegang menuju kondisi relaksasi.

Dampak Fisiologis pada Otak dan Tubuh

Perubahan fisiologis terjadi pada sistem saraf otonom dan otak. Gerakan shalat seperti berdiri, rukuk, dan sujud memberikan stimulasi fisik yang memengaruhi aliran darah.

Saat seseorang melakukan sujud, aliran darah menuju otak meningkat sehingga membantu meningkatkan kejernihan berpikir dan menurunkan ketegangan mental.

Aktivitas ini juga mendukung fungsi relaksasi tubuh secara keseluruhan.

Mekanisme Ketenangan Melalui Aktivitas Otak

Otak manusia menghasilkan berbagai gelombang sesuai kondisi mental. Saat seseorang mengalami stres, gelombang beta mendominasi aktivitas otak.

Namun ketika seseorang merasa tenang, gelombang alpha dan theta meningkat.

Shalat yang dilakukan dengan khusyuk mendorong otak memasuki kondisi yang lebih stabil. Kondisi ini membantu seseorang merasa lebih fokus, lebih tenang, dan lebih mampu mengendalikan emosi.

Baca Juga :  Respons Cepat Kemensos, Warga Gangguan Jiwa di Kerinci Dapat Penanganan Intensif

Selain itu, shalat memberikan jeda dari rutinitas harian yang padat. Momen ini membantu seseorang melakukan refleksi diri, menenangkan pikiran, dan menguatkan kesadaran spiritual.

Dampak Shalat terhadap Kesehatan Mental

Dalam perspektif kesehatan mental modern, manusia membutuhkan keseimbangan emosi, rasa aman, dan makna hidup.

Shalat membantu memenuhi kebutuhan tersebut melalui rutinitas harian yang konsisten.

Orang yang menjaga shalat secara teratur biasanya lebih mampu menghadapi tekanan hidup, lebih stabil secara emosional, dan lebih tangguh dalam menghadapi masalah.

Kesimpulan Ilmiah dan Spiritual

Shalat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah spiritual, tetapi juga memberikan dampak biologis dan psikologis yang nyata.

Penelitian modern menunjukkan bahwa ketenangan setelah shalat berkaitan dengan aktivitas sistem saraf dan respons otak terhadap relaksasi.

Dengan demikian, shalat menghadirkan manfaat yang menyatukan aspek spiritual, psikologis, dan biologis manusia secara sekaligus, menjadikannya sebagai salah satu bentuk keseimbangan hidup yang paling komprehensif.(ar)

Berita Terkait

Jateng Raih Peringkat Dua MTQ Nasional 2026, Simpang Lima Dipadati Ribuan Warga
Kafilah MTQ Jawa Tengah Raih Bonus Uang Pembinaan dan Umrah
Wali Kota Alfin Resmikan Fasilitas Wudhu Masjid Raya Sungai Penuh
Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Addhuha Bungo Perkuat Karakter Santri
Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah
MUI Tegaskan Pembelian Sapi Kurban Presiden Pakai APBN Tidak Masalah Secara Syari
Apa yang Dibaca di Antara Takbir Salat Idul Adha? Ini Tata Cara Lengkapnya
Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai Kapan? Simak Waktu, Bacaan, dan Tata Caranya
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:32 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua MTQ Nasional 2026, Simpang Lima Dipadati Ribuan Warga

Kamis, 24 September 2026 - 08:26 WIB

Kafilah MTQ Jawa Tengah Raih Bonus Uang Pembinaan dan Umrah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Fasilitas Wudhu Masjid Raya Sungai Penuh

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Addhuha Bungo Perkuat Karakter Santri

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah

Berita Terbaru

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB

Polres OKU Selatan menetapkan tersangka kasus kematian seorang narapidana di Lapas Muaradua, Sumsel, Sabtu (24/10/2026).(poto: kompas.com).

Hukum

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka

Minggu, 25 Okt 2026 - 08:09 WIB

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Internasional

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:55 WIB