Jemarionline — Kebiasaan kurang minum air putih masih sering dianggap sepele oleh banyak orang, padahal kondisi tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Para tenaga medis mengingatkan bahwa kebutuhan cairan tubuh harus terpenuhi setiap hari agar fungsi organ tetap berjalan optimal.
Menurut rekomendasi lembaga kesehatan dunia World Health Organization (WHO), tubuh manusia sangat bergantung pada keseimbangan cairan untuk menjaga suhu tubuh, melancarkan metabolisme, serta membantu proses pembuangan racun melalui urin dan keringat.
Dokter menjelaskan bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga kulit terasa kering. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kekurangan cairan berisiko meningkatkan gangguan fungsi ginjal serta memicu pembentukan batu ginjal.
Selain itu, kurang minum juga dapat memengaruhi kinerja otak. Tubuh yang kehilangan cairan akan mengalami penurunan suplai oksigen ke jaringan, sehingga seseorang menjadi mudah mengantuk dan produktivitas menurun. Kondisi ini sering terjadi pada pekerja yang terlalu fokus bekerja hingga lupa minum.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda tergantung usia, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan. Namun secara umum, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar dua liter air atau setara delapan gelas per hari. Kebutuhan ini bisa meningkat pada cuaca panas atau saat melakukan aktivitas berat.
Tenaga kesehatan menyarankan masyarakat membiasakan minum secara berkala tanpa menunggu rasa haus. Rasa haus sendiri merupakan tanda awal tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Membawa botol minum pribadi, mengurangi konsumsi minuman manis, serta memperbanyak konsumsi buah tinggi air seperti semangka dan jeruk dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.
Para ahli menegaskan bahwa menjaga kecukupan cairan merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mempertahankan kesehatan jangka panjang serta mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan metabolisme tubuh.









