Jemarionline, Jambi– Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah.
Beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dilaporkan mulai menemukan kasus DBD dalam beberapa pekan terakhir. Meski jumlahnya belum tinggi, kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menyebutkan, musim hujan menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan DBD karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Perubahan cuaca dan curah hujan tinggi membuat potensi penularan DBD meningkat. Kami mengimbau masyarakat tidak lengah,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Gejala awal DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit. Dinkes mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.
Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinkes mengajak masyarakat menerapkan langkah 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.
Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Dinkes Provinsi Jambi menegaskan bahwa pencegahan DBD membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya mengandalkan fogging.
“Fogging bukan solusi utama. Yang terpenting adalah memutus siklus hidup nyamuk dari lingkungan rumah,” tegasnya.









