UMKM Mulai Beralih ke Sistem Digital untuk Efisiensi Operasional dan Perluasan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM memanfaatkan pembayaran digital QRIS untuk mempercepat transaksi dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Pelaku UMKM memanfaatkan pembayaran digital QRIS untuk mempercepat transaksi dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Jemarionline – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah mulai melakukan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Digitalisasi UMKM mencakup penggunaan sistem pencatatan keuangan digital, pemasaran melalui platform daring, hingga pemanfaatan layanan pembayaran non-tunai. Dengan sistem tersebut, pelaku usaha dapat memantau arus kas secara lebih akurat dan cepat.

Baca Juga :  UMKM Kerupuk Singkong di Sungai Penuh Keluhkan Kelangkaan Bahan Baku

Selain efisiensi, kehadiran platform digital juga membuka akses pasar yang lebih luas. Produk UMKM kini tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga menjangkau konsumen lintas daerah melalui marketplace dan media sosial.

Pengamat ekonomi menilai, adopsi teknologi digital mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat ketahanan bisnis. Namun, tantangan seperti literasi digital dan akses teknologi masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih di Sungai Penuh Tersendat, Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama

Pemerintah dan sektor swasta terus mendorong program pendampingan dan pelatihan digital bagi UMKM. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat transformasi bisnis dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal

Berita Terbaru