Jemarionline – Paparan polusi udara tidak hanya berasal dari luar ruangan. Udara di dalam rumah juga dapat mengandung zat berbahaya yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan, terutama jika sirkulasi udara buruk.
Sumber polusi dalam ruangan bisa berasal dari asap dapur, pembakaran lilin, penggunaan pengharum ruangan, hingga debu halus yang menumpuk. Jika terhirup terus-menerus, zat tersebut dapat memicu iritasi saluran napas dan memperburuk kondisi kesehatan.
Para ahli menjelaskan bahwa partikel halus di udara dalam ruangan sulit disadari karena tidak selalu berbau atau terlihat. Namun, partikel ini dapat masuk ke paru-paru dan memicu keluhan seperti batuk, sesak napas, serta alergi.
Risiko akan meningkat pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma. Paparan jangka panjang juga berpotensi menurunkan fungsi paru-paru secara perlahan.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan rutin membuka jendela, menjaga kebersihan rumah, dan membatasi penggunaan produk yang menghasilkan asap atau aroma sintetis. Ventilasi yang baik menjadi kunci menjaga kualitas udara di dalam ruangan.









