Jemarionline — Minat baca digital di kalangan anak muda terus menunjukkan tren positif. Konten edukatif berdurasi singkat kini semakin diminati karena dinilai lebih praktis dan mudah dipahami dibandingkan bacaan panjang.
Pengamat literasi digital menilai perubahan pola konsumsi informasi ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses gawai. Artikel ringkas, infografik, serta konten informatif di media daring menjadi pilihan utama generasi muda.
“Anak muda tidak kehilangan minat membaca, tetapi cara membacanya yang berubah. Mereka lebih menyukai informasi yang padat, jelas, dan langsung ke inti,” ujar pengamat literasi digital, Rabu (28/1/2026).
Konten bertema pendidikan, kesehatan, dan pengembangan diri menjadi jenis bacaan yang paling sering diakses. Selain itu, penggunaan bahasa sederhana dan visual pendukung turut meningkatkan ketertarikan pembaca.
Sejumlah platform media digital juga mulai menyesuaikan strategi penyajian konten. Artikel dibuat lebih singkat, disertai subjudul, serta dikemas dengan tampilan yang ramah pembaca.
Meski demikian, pengamat mengingatkan pentingnya menjaga kualitas informasi. Konten singkat tetap harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menyesatkan pembaca.
Ke depan, literasi digital dinilai akan semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang berkualitas dan mudah dipahami.









