Jemarionline – Dalam kalender Hijriah, bulan Sya’ban sering dilupakan, namun sebenarnya bulan ini memiliki peran penting sebagai pemanasan menuju Ramadhan. Banyak orang menahan diri dan hartanya, berpikir akan “all out” di bulan Ramadhan. Padahal, para ulama Salaf menekankan: Sya’ban adalah waktu latihan spiritual, termasuk puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
Layaknya seorang atlet maraton yang berlatih sebelum perlombaan, kita pun perlu menyiapkan diri agar bisa menuai keberkahan di bulan Ramadhan. Tanpa latihan di Sya’ban, hati terasa berat memberi, dan pahala besar Ramadhan sulit diraih.
Sya’ban: Waktu Menyiram Benih Kebaikan
Ulama besar Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi rahimahullah menyatakan:“Bulan Rajab adalah menanam benih, Sya’ban menyiramnya, dan Ramadhan memanen hasilnya.”
Jika sedekah diibaratkan tanaman, bulan Sya’ban adalah waktu krusial untuk menyiramnya. Tanpa disiram, tanaman pahala akan layu dan panen di Ramadhan pun tidak maksimal. Sedekah di Sya’ban menunjukkan keseriusan kita merawat iman dan hati yang dermawan.
Keutamaan Sedekah di Bulan Sya’ban
1. Memberi di Saat Orang Lain Lalai
Rasulullah SAW bersabda:“Itu (Sya’ban) adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan.” (HR. An-Nasa’i)
Sedekah di bulan Sya’ban memiliki nilai khusus karena dilakukan di saat orang lain sibuk menahan harta. Pahala yang diterima murni dari keikhlasan, tanpa riya’ atau pamer, karena tidak ada “euforia massal” seperti di Ramadhan.
2. Menjadi Penopang Kekuatan Dhuafa
Sya’ban adalah waktu strategis untuk membantu kaum miskin menghadapi puasa Ramadhan. Para ulama Salaf dan orang kaya zaman dahulu sudah terbiasa:
-
Menunaikan zakat mal lebih awal (ta’jil zakat).
-
Memperbanyak sedekah makanan untuk persiapan sahur dan berbuka.
Dengan demikian, sedekah kita menjadi “energi” bagi mereka untuk fokus beribadah di Ramadhan. Pahala kita pun terus mengalir ketika mereka menunaikan puasa dan shalat.
3. Melatih Hati Melepas Kemelekatan Harta
Sifat mencintai harta adalah fitrah manusia. Ramadhan menuntut pengorbanan lebih besar, baik zakat fitrah maupun sedekah tambahan. Dengan rutin bersedekah di Sya’ban, hati kita terbiasa memberi:
-
Memberi sedikit di Sya’ban membuat memberi lebih banyak di Ramadhan terasa ringan.
-
Memberi makan satu orang di Sya’ban membuat memberi untuk sepuluh orang di Ramadhan lebih mudah.
Sya’ban adalah pusat latihan kedermawanan agar kita bisa meniru Rasulullah SAW, yang kedermawanannya memuncak di bulan Ramadhan.
Sedekah: Penyucian Dosa
Sya’ban juga merupakan bulan pencatatan amal (Raf’ul A’mal). Sedekah memiliki kekuatan untuk membersihkan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:“Dan sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Sebelum amal kita “diangkat” ke langit, mari bersihkan catatan dengan sedekah, sehingga laporan yang diterima Allah adalah amal yang bersih dan bercahaya.
Persiapkan Amal Terbaik Sebelum Ramadhan
Jangan menunggu Ramadhan untuk menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan. Banyak saudara kita cemas memikirkan sahur dan berbuka. Jadilah jembatan rezeki melalui Baitulmaal Muamalat (BMM).
Dengan bersedekah di bulan Sya’ban, kita melatih hati dan harta untuk panen pahala di Ramadhan. Semoga Allah memberkahi rezeki, melembutkan hati, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam kondisi iman yang prima dan jiwa yang dermawan.









