Emas Capai Rekor Tertinggi US$4.600, Bitcoin Stabil di US$90.000

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas batangan/logam mulia yang mencerminkan kenaikan harga emas hingga rekor tertinggi di pasar global.
(Foto: Unsplash / Freepik)

Ilustrasi emas batangan/logam mulia yang mencerminkan kenaikan harga emas hingga rekor tertinggi di pasar global. (Foto: Unsplash / Freepik)

Jemarionline – Harga emas melanjutkan kenaikan tajam dan berhasil mencapai All-Time High (ATH) atau rekor tertinggi baru sebesar US$4.600 per ons, Senin (12/01). Sementara itu, Bitcoin masih stagnan di kisaran US$90.000, belum menunjukkan pergerakan signifikan sejak November 2025.

Kenaikan emas ini dipicu oleh krisis kepercayaan pasar terhadap independensi The Federal Reserve (The Fed). Investor bereaksi cepat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) membuka investigasi terhadap Ketua Fed, Jerome Powell, terkait dugaan penyalahgunaan dana renovasi gedung pusat.

Powell menyebut langkah tersebut sebagai tekanan politik terkait perbedaan kebijakan suku bunga dengan pemerintahan sebelumnya. Situasi ini mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman (safe haven), meningkatkan permintaan logam mulia secara signifikan.

Baca Juga :  Krisis Iran 2026: Protes Besar, Inflasi Melonjak, dan Tekanan Politik Global

Analisis Teknis Emas

Menurut para analis, emas kini memasuki fase price discovery setelah menembus level tertinggi sebelumnya. Penutupan harga di atas rekor saat ini dianggap sebagai konfirmasi kuat untuk melanjutkan tren bullish, dengan target psikologis berikutnya di US$5.000 per ons, yang juga bertepatan dengan level ekstensi Fibonacci 100%.

Baca Juga :  Ekonomi Hari Ini: Konsumsi & Pasar Saham Jadi Sorotan

Meski demikian, emas memiliki level dukungan (support) yang solid di kisaran US$4.360 dan 50-day moving average (50 EMA) di US$4.255, yang dapat menahan koreksi harga jika volatilitas pasar meningkat.

Bitcoin Masih Diam

Di sisi lain, pasar cryptocurrency menunjukkan stabilitas sementara. Bitcoin stagnan di US$90.000, menunjukkan bahwa sentimen pasar masih condong pada aset tradisional sebagai safe haven. Para analis menilai volatilitas Bitcoin kemungkinan akan tetap tinggi, tetapi investor masih menunggu katalis yang dapat memicu pergerakan signifikan.

Berita Terkait

Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Naik Tipis di Pegadaian
Saksi Ahli Sebut Kasus Kredit Macet Sritex Bukan Korupsi
Serangga Penyerbuk Resmi Dilepas, Produktivitas Sawit RI Ditargetkan Naik
Investor Jerman dan Belgia Tertarik Kembangkan Hilirisasi Kelapa di Jambi
Pemerintah Ambil Alih PNM, Siapkan Bank Khusus UMKM
Bank Mega Bagikan Dividen dan Saham Bonus, Nilainya Capai Triliunan Rupiah
Banyak Analis Kredit Pilih Resign, Takut Kriminalisasi Kredit Macet
Tren Baru Gen Z: Jualan Konten Digital, Cuan dari Platform AI
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 14:00 WIB

Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Naik Tipis di Pegadaian

Sabtu, 11 April 2026 - 18:00 WIB

Saksi Ahli Sebut Kasus Kredit Macet Sritex Bukan Korupsi

Jumat, 10 April 2026 - 16:30 WIB

Serangga Penyerbuk Resmi Dilepas, Produktivitas Sawit RI Ditargetkan Naik

Rabu, 8 April 2026 - 05:00 WIB

Investor Jerman dan Belgia Tertarik Kembangkan Hilirisasi Kelapa di Jambi

Rabu, 8 April 2026 - 02:00 WIB

Pemerintah Ambil Alih PNM, Siapkan Bank Khusus UMKM

Berita Terbaru

Masjid Indonesia di Jepang Jadi Pusat Dakwah Baru (dok.Mozaik Islam-Inilah.com)

Islami

Masjid Indonesia di Jepang Jadi Pusat Dakwah Baru

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:00 WIB