Tanjung Jabung Barat, jemarionline.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal kini resmi berganti nama menjadi Imigrasi Tanjung Jabung Barat. Perubahan nomenklatur ini menjadi bagian dari penataan kelembagaan, wilayah kerja, dan tipologi kantor imigrasi.
Imigrasi Tanjung Jabung Barat terus memperkuat peran dan kehadirannya dalam memberikan pelayanan keimigrasian terbaik. Penyesuaian organisasi ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan masyarakat di wilayah kerja terkait.
Meski berganti nama, instansi ini tetap memegang teguh komitmen pelayanan yang profesional dan akuntabel. Petugas mengedepankan prinsip responsif, berintegritas, serta modern dalam menjalankan seluruh tugas keimigrasian.
Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, instansi ini menunjukkan kepedulian nyata. Mereka menggelar kegiatan bertajuk “Jumat Berkah dan Berbagi” pada Jumat (18/9).
Petugas membagikan sebanyak 3.000 masker secara gratis kepada masyarakat di wilayah Kuala Tungkal. Aksi sosial ini bertujuan untuk meminimalkan dampak buruk kualitas udara yang kian memburuk.
Aksi Pembagian Masker Gratis untuk Warga Kuala Tungkal
Petugas Imigrasi Tanjung Jabung Barat bersama mitra membagikan masker secara langsung di jalan raya. Mereka mendatangi pengguna jalan dan warga setempat yang sedang beraktivitas di luar ruangan.
Seluruh jajaran personil turun ke lapangan untuk memastikan pembantuan ini berjalan secara efektif. Mereka juga mengajak masyarakat agar selalu mengenakan pelindung pernapasan demi menjaga kesehatan.
Kepala Imigrasi Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa aksi ini merupakan bukti kepedulian instansi. Kehadiran petugas di jalanan diharapkan mampu memberikan bantuan langsung bagi warga yang terdampak.
Pihaknya berharap bantuan masker tersebut dapat melindungi pernapasan warga dari paparan asap pekat. Bantuan sederhana ini menjadi langkah konkret instansi dalam membantu kebutuhan kesehatan masyarakat.
Sinergi Antarinstansi Meningkatkan Kewaspadaan Bahaya Kabut Asap
Selain membagikan masker, petugas turut memberikan imbauan kesehatan kepada seluruh warga yang melintas. Petugas mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya paparan kabut asap karhutla.
Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki urusan yang mendesak. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi perlindungan utama yang sangat penting.
Warga juga perlu terus memperhatikan kondisi kesehatan tubuh selama kualitas udara belum membaik. Langkah pencegahan mandiri ini efektif mencegah timbulnya gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Melalui agenda sosial ini, instansi bersama mitra berharap hubungan sinergi dengan masyarakat semakin kuat. Kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana kabut asap di daerah.
Perubahan nama kantor imigrasi kini membawa semangat baru dalam memberikan pengabdian nyata kepada publik. Instansi berkomitmen untuk terus hadir membawa manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat.(ar)









