IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, Jemarionline.com IHSG turun 2 persen pada awal perdagangan Jumat (24/7/2026) setelah tekanan jual semakin kuat di pasar saham domestik. Aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 6.100.

Selain tekanan dari dalam negeri, pasar juga merespons sentimen global yang memburuk. Lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel serta kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat ikut memperbesar tekanan terhadap pergerakan indeks.

Aksi Jual Saham Perbankan Tekan IHSG

Hingga pukul 09.26 WIB, IHSG melemah 125,92 poin atau 1,99 persen ke level 6.189,39. Pada saat yang sama, sebanyak 556 saham bergerak turun, 99 saham menguat, sedangkan 310 saham lainnya berada di posisi stagnan.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan tekanan yang cukup besar. Nilai transaksi mencapai Rp4,37 triliun dengan volume 9,79 miliar saham yang berpindah tangan melalui 608,2 ribu transaksi.

Baca Juga :  Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan, Dampak pada Ekonomi Nasional

Tekanan terbesar berasal dari saham-saham unggulan, terutama sektor perbankan. Karena itu, pergerakan indeks semakin tertekan sejak awal perdagangan.

Investor Asing Lanjutkan Aksi Lepas Saham

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (23/7), investor asing membukukan jual bersih atau net foreign sell sekitar Rp920,3 miliar di pasar reguler. Aksi tersebut paling banyak menyasar saham bank berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Pada perdagangan Jumat, investor kembali melanjutkan aksi jual tersebut. Akibatnya, tekanan terhadap saham-saham perbankan semakin besar dan menyeret IHSG ke zona merah yang lebih dalam.

Sentimen Global Perburuk Kondisi Pasar

Di sisi lain, pasar juga menghadapi tekanan dari faktor eksternal. Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia.

Kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap prospek perdagangan global. Selain itu, konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent melonjak hingga US$100,69 per barel atau menjadi level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga :  Cara Kelola Valas Tanpa Ribet, Strategi Investasi 2026 yang Makin Diminati

Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Selanjutnya, pelaku pasar menilai kondisi tersebut dapat membuat bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih panjang.

Pelaku Pasar Kurangi Aset Berisiko

Kombinasi aksi jual investor asing dan tekanan dari sentimen global membuat pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko. Oleh sebab itu, IHSG menjadi salah satu indeks yang mengalami pelemahan cukup tajam pada awal perdagangan Jumat.

Sementara itu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan harga minyak dunia, kebijakan perdagangan Amerika Serikat, serta arus dana asing. Faktor-faktor tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB