Google Latih AI Pakai Data Pengguna, Begini Cara Mematikan Fitur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Telset

Foto: Telset

Jakarta, Jemarionline.com – Google latih AI pengguna melalui pembaruan pengaturan privasi baru yang memungkinkan perusahaan memakai data media dari layanan pencarian. Data seperti gambar, audio, video, dan file yang pengguna unggah melalui sejumlah layanan Google dapat membantu pengembangan model kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan baru tersebut membuat pengguna perlu lebih memperhatikan pengaturan privasi akun. Google menyediakan pilihan bagi pengguna yang ingin membatasi penggunaan data mereka untuk meningkatkan teknologi AI.

Perubahan ini muncul ketika perusahaan teknologi global berlomba mengembangkan AI generatif. Para pengembang membutuhkan data dalam jumlah besar agar sistem AI mampu memahami berbagai pola informasi dengan lebih baik.

Google Gunakan Media Pengguna Untuk Tingkatkan AI

Google memperkenalkan pengaturan baru bernama Search Services History yang berkaitan dengan penyimpanan aktivitas pengguna. Melalui fitur tersebut, Google dapat menyimpan berbagai media yang berasal dari interaksi pengguna dengan layanan pencarian.

Data yang masuk mencakup gambar dari Google Lens, rekaman suara melalui fitur pencarian suara, audio dari layanan Translate, serta berbagai file yang pengguna unggah melalui layanan terkait. Google memanfaatkan data tersebut untuk membantu meningkatkan layanan dan teknologi AI miliknya.

Baca Juga :  Menempatkan Skill sebagai Fondasi Baru AI, Perusahaan Diminta Fokus pada Keahlian

Selain itu, Google juga menghadirkan pengaturan Personalized Recommendations. Fitur tersebut membantu perusahaan memberikan pengalaman pencarian yang lebih sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan pengguna.

Google menyebut penggunaan data bertujuan meningkatkan kualitas layanan. Namun, perubahan ini membuat sebagian pengguna dan pengamat privasi menyoroti pentingnya transparansi perusahaan teknologi dalam mengelola data pribadi.

Pengguna Bisa Matikan Fitur Penyimpanan Media Google

Google memberikan opsi bagi pengguna yang tidak ingin menyertakan data mereka dalam proses pengembangan AI. Pengguna dapat mengubah pengaturan melalui halaman My Activity pada akun Google.

Langkah pertama, pengguna perlu membuka menu Search Services History. Setelah itu, pengguna dapat menonaktifkan opsi penyimpanan media atau fitur Save Media agar Google tidak menyimpan unggahan tertentu.

Pengguna juga dapat menghapus riwayat aktivitas yang sudah tersimpan melalui pengaturan akun. Langkah tersebut membantu pengguna mengelola kembali data yang tersimpan dalam ekosistem layanan Google.

Meski demikian, pengguna perlu memahami bahwa perubahan pengaturan hanya berlaku untuk aktivitas berikutnya. Data yang sebelumnya sudah masuk dalam proses pelatihan AI memiliki aturan penyimpanan tersendiri.

Baca Juga :  Edits Assistant Instagram Resmi Hadir Bantu Evaluasi Reels

Data Pengguna Jadi Kunci Persaingan Industri AI

Industri teknologi saat ini semakin bergantung pada data untuk mengembangkan kemampuan AI. Perusahaan seperti Google membutuhkan beragam jenis informasi agar model AI mampu menghasilkan respons yang lebih akurat.

Tidak hanya teks, model AI modern juga membutuhkan data berupa gambar, suara, dan video. Keragaman data tersebut membantu sistem memahami konteks penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah Google menunjukkan perubahan besar dalam persaingan AI global. Perusahaan teknologi kini tidak hanya mengandalkan data publik, tetapi juga memanfaatkan interaksi pengguna dengan berbagai layanan digital.

Karena itu, pengguna perlu rutin memeriksa pengaturan privasi pada setiap layanan digital yang mereka gunakan. Pengaturan tersebut membantu pengguna menentukan bagaimana perusahaan teknologi mengelola informasi pribadi mereka.

Google sendiri terus mengembangkan berbagai teknologi AI untuk meningkatkan layanan pencarian dan produk digital lainnya. Di sisi lain, pengguna tetap memiliki kendali untuk mengatur tingkat berbagi data melalui menu privasi yang tersedia.

Berita Terkait

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat
Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB