Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Siap Digelar, Angkat Nilai Adat Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkaian Acara Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Siap Digelar, Angkat Nilai Adat

Rangkaian Acara Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Siap Digelar, Angkat Nilai Adat

Sungai Penuh, Jemarionline.comKenduri Sko Sungai Penuh 2026 akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026. Masyarakat adat enam luhah bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mematangkan seluruh persiapan. Panitia juga menyusun berbagai agenda budaya agar acara berjalan lancar. Tahun ini, mereka mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab.”

Panitia melibatkan ninik mamak, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, pemuda, dan para perantau. Selain itu, seluruh unsur masyarakat ikut bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Karena itu, Kenduri Sko diharapkan mampu memperkuat persatuan sekaligus memperkenalkan budaya Kerinci kepada generasi muda dan wisatawan.

Masyarakat Siapkan Acara Sejak Awal

Masyarakat adat memulai berbagai persiapan beberapa pekan sebelum acara puncak.

Mereka menggelar musyawarah adat untuk menyusun jadwal kegiatan. Selanjutnya, panitia membentuk kepengurusan, membagi tugas, dan menyiapkan lokasi acara. Selain itu, kelompok seni mulai berlatih agar seluruh pertunjukan tampil maksimal saat hari pelaksanaan.

Panitia juga mengoordinasikan seluruh kebutuhan bersama pemerintah daerah. Dengan demikian, setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana.

Prosesi Letak Tando Jadi Awal Rangkaian

Masyarakat lebih dulu melaksanakan prosesi Letak Tando.

Baca Juga :  Jasa Medis RSUD Sungai Penuh Belum Dibayar Sejak Januari, Tenaga Kesehatan Keluhkan Hak Tertunda

Tokoh adat memimpin prosesi tersebut sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian Kenduri Sko 2026. Setelah itu, masyarakat mulai menyiapkan berbagai perlengkapan adat yang akan digunakan selama acara berlangsung.

Karena itu, Letak Tando menjadi simbol kesiapan masyarakat menyambut pesta adat tahunan.

Ajun Arah Perkuat Nilai Kebersamaan

Masyarakat kemudian melaksanakan prosesi Ajun Arah.

Melalui kegiatan tersebut, tokoh adat mengajak seluruh warga menjaga persatuan dan menghormati nilai-nilai adat. Selanjutnya, panitia membuka gelanggang budaya yang akan menjadi pusat kegiatan selama dua hari pelaksanaan.

Selain menjaga tradisi, masyarakat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan antarkeluarga.

Beragam Kegiatan Meriahkan Kenduri Sko

Panitia menyusun berbagai kegiatan budaya selama pelaksanaan Kenduri Sko.

Acara dimulai dengan penyambutan tamu kehormatan, pembukaan resmi, doa bersama, dan pidato adat.

Setelah itu, para pemangku adat memimpin prosesi Kenduri Sko. Mereka juga mengukuhkan pemangku adat sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain prosesi adat, panitia menampilkan tari tradisional Kerinci, musik tradisional, atraksi budaya, dan kenduri bersama.

Karena itu, masyarakat dapat menikmati berbagai pertunjukan budaya dalam satu rangkaian acara.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Targetkan 2027 Jambi Miliki Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemerintah Berikan Dukungan

Pemerintahan Kota Sungai Penuh mendukung penuh pelaksanaan Kenduri Sko 2026.

Pemerintah membantu panitia menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan lembaga adat agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib.

Dengan demikian, panitia berharap seluruh masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.

Kenduri Sko Dorong Pariwisata

Kenduri Sko tidak hanya melestarikan budaya Kerinci.

Kegiatan ini juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Karena itu, pemerintah berharap Kenduri Sko mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Sungai Penuh.

Selain memperkenalkan tradisi lokal, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan sektor ekonomi masyarakat.

Generasi Muda Ikut Melestarikan Budaya

Tokoh adat mengajak generasi muda mempelajari seluruh nilai budaya Kerinci.

Mereka mengenalkan filosofi adat, tata cara musyawarah, semangat gotong royong, dan penghormatan kepada para leluhur.

Selain itu, masyarakat juga terus mengajarkan falsafah adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah kepada generasi penerus.

Dengan begitu, budaya Kerinci tetap hidup meski zaman terus berkembang.

Berita Terkait

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah
Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan
Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada
Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan
Pemkab Muaro Jambi Bagikan Masker Gratis Hadapi Kabut Asap Karhutla
Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026
Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan
Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026

Berita Terbaru