Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(dok/metrojambi.com)

(dok/metrojambi.com)

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai program pengelolaan sampah.

Salah satu langkah terbaru yang dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Yayasan Regeneratif Alam Nusantara (Regen) untuk meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama tim Yayasan Regen membahas kerja sama tersebut dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja wali kota pada Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyusun berbagai program yang berfokus pada pengolahan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, pemerintah berharap kolaborasi ini mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Pemkot Sungai Penuh dan Yayasan Regen akan memusatkan program pada sejumlah wilayah yang masih menghadapi persoalan sampah.

Kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu lokasi prioritas dalam program tersebut.

Selain kawasan permukiman, program juga menyasar lingkungan pendidikan agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh sejak usia dini. Karena itu, sekolah-sekolah akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan edukasi lingkungan.

Baca Juga :  Dua Oknum Polisi di Jambi Dipecat Usai Terlibat Kasus Pemerkosaan Perempuan 18 Tahun

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin membangun budaya peduli lingkungan yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemkot Dorong Partisipasi Masyarakat

Wali Kota Alfin menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sebaliknya, masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Karena itu, Pemkot Sungai Penuh terus mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye lingkungan. Pemerintah juga mengajak warga untuk membiasakan perilaku sederhana seperti memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya.

Selain membantu menjaga kebersihan, langkah tersebut juga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Kerja sama dengan Yayasan Regen tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah. Pemerintah juga menempatkan edukasi lingkungan sebagai salah satu prioritas utama dalam program tersebut.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memahami dampak sampah terhadap kesehatan, kebersihan, dan perubahan iklim. Selain itu, masyarakat juga dapat mengetahui cara mengelola sampah rumah tangga dengan lebih baik.

Dengan demikian, perubahan perilaku masyarakat dapat berjalan seiring dengan peningkatan sistem pengelolaan sampah.

Baca Juga :  Disetujui Menkes, RSUD Kerinci Naik Jadi Tipe C dan Ditargetkan Mulai Beroperasi 2027

Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program kebersihan lingkungan. Komitmen tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan lingkungan yang rutin dilaksanakan, termasuk gerakan kebersihan dan kampanye peduli sampah.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna mempercepat terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat. Karena itu, kolaborasi dengan Yayasan Regen menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.

Pemerintah optimistis program yang dijalankan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Dukung Program Lingkungan Berkelanjutan

Kerja sama antara Pemkot Sungai Penuh dan Yayasan Regen juga sejalan dengan berbagai program lingkungan yang sedang di kembangkan pemerintah daerah.

Salah satunya yaitu penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Selain memperbaiki sistem pengelolaan sampah, pemerintah ingin membangun budaya hidup bersih yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, edukasi, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat menjadi tiga elemen penting dalam program tersebut. (man)

Berita Terkait

Pimpinan BRI Sungai Penuh Sambangi Polres Kerinci, Perkuat Keamanan dan Pelayanan Perbankan
TVRI Jambi Gelar Nonton Bareng Piala Dunia 2026, Hadirkan Bola Gembira untuk Masyarakat
Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya
SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP
Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
Pelangsir Pertalite Diamankan Polres Kerinci, Polisi Tindak Tegas
Perlindungan Sosial Kerinci Diperkuat, Kejaksaan dan BPJS Turut Mengawal
Kejari Sungai Penuh Ikut Evaluasi Kinerja Datun, Perkuat Pelayanan Hukum
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Pimpinan BRI Sungai Penuh Sambangi Polres Kerinci, Perkuat Keamanan dan Pelayanan Perbankan

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WIB

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:00 WIB

SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00 WIB

Pelangsir Pertalite Diamankan Polres Kerinci, Polisi Tindak Tegas

Berita Terbaru