Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Magnific)

(Foto: Magnific)

Jakarta, Jemarionline.com – Banyak orang tua menganggap anak yang makan cukup setiap hari pasti memiliki kondisi gizi yang baik. Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar. Seorang anak dapat mengalami kekurangan zat gizi mikro meskipun kebutuhan kalorinya terpenuhi.

Para ahli menyebut kondisi ini sebagai hidden hunger atau kelaparan tersembunyi. Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin dan mineral penting seperti zat besi, zinc, yodium, vitamin A, vitamin D, dan berbagai mikronutrien lainnya.

Masalah ini sering luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu terlihat secara langsung. Akibatnya, banyak anak baru mendapatkan penanganan setelah mengalami gangguan tumbuh kembang atau masalah kesehatan lainnya.

Gizi mikro merupakan kelompok zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi memiliki peran yang sangat besar.

Vitamin dan mineral membantu tubuh membentuk hormon, enzim, serta berbagai sistem penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika tubuh tidak memperoleh zat tersebut dalam jumlah cukup, berbagai fungsi tubuh dapat terganggu.

Beberapa zat gizi mikro yang paling sering mengalami kekurangan pada anak antara lain zat besi, vitamin A, yodium, zinc, vitamin D, dan vitamin B kompleks.

Baca Juga :  4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026

Dampak pada Pertumbuhan Anak

Kekurangan gizi mikro dapat menghambat pertumbuhan fisik anak.

Defisiensi zat besi dan zinc sering berkaitan dengan gangguan pertumbuhan tinggi badan serta peningkatan risiko stunting. Selain itu, anak juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan fisik dibandingkan teman seusianya.

Karena itu, orang tua perlu memastikan anak memperoleh makanan yang beragam dan kaya nutrisi setiap hari.

Dampak kekurangan gizi mikro tidak hanya terlihat pada pertumbuhan tubuh.

Kekurangan zat besi, yodium, dan beberapa vitamin penting dapat mengganggu perkembangan otak anak. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kemampuan belajar, konsentrasi, serta perkembangan kognitif dalam jangka panjang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa anemia akibat kekurangan zat besi dapat mengurangi potensi intelektual anak jika terjadi pada masa pertumbuhan penting.

Anak Lebih Mudah Sakit

Vitamin dan mineral berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Ketika anak kekurangan zat gizi mikro, daya tahan tubuhnya dapat menurun. Akibatnya, anak menjadi lebih rentan mengalami infeksi, flu, batuk, atau penyakit lainnya.

Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat meningkatkan risiko komplikasi pada beberapa penyakit infeksi.

Hidden hunger sering tidak menunjukkan tanda yang jelas.

Baca Juga :  Mendikdasmen Imbau Sekolah Perbanyak Kegiatan Fisik untuk Siswa

Namun, beberapa gejala dapat muncul secara perlahan, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, kurang aktif, nafsu makan menurun, hingga pertumbuhan yang tidak optimal.

Karena gejalanya tidak spesifik, banyak orang tua menganggap kondisi tersebut sebagai hal biasa.

Penyebab Kekurangan Gizi Mikro

Pola makan yang tidak seimbang menjadi penyebab utama kekurangan gizi mikro pada anak.

Anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi kalori tetapi rendah vitamin dan mineral memiliki risiko lebih besar mengalami hidden hunger. Selain itu, kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eater juga dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi penting.

Kurangnya konsumsi protein hewani, sayur, buah, dan sumber mineral juga menjadi faktor yang sering ditemukan.

Orang tua dapat mencegah kekurangan gizi mikro dengan memberikan makanan yang beragam dan bergizi seimbang.

Anak perlu mendapatkan sumber protein hewani seperti ikan, telur, daging, dan hati. Selain itu, orang tua juga perlu menambahkan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta sumber vitamin dan mineral lainnya dalam menu harian.

Bagi bayi dan balita, pemberian MPASI yang kaya zat gizi mikro juga sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. (man)

Berita Terkait

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal
AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya
5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:00 WIB

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB