JAMBI, Jemarionlie.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh mengajukan usulan pembangunan fly over yang menghubungkan Sungai Penuh–Tapan serta Kerinci–Bungo. Pemerintah Provinsi Jambi mulai menelaah usulan tersebut melalui pembahasan awal bersama perangkat daerah terkait.
Gubernur Jambi Al Haris menerima laporan usulan itu dan meminta tim teknis tidak langsung menetapkan keputusan pembangunan. Ia menegaskan setiap proyek infrastruktur besar perlu melalui kajian menyeluruh sebelum masuk tahap perencanaan.
Pemkot Ajukan Usulan Konektivitas Baru
Pemerintah Kota Sungai Penuh menyampaikan dokumen usulan kepada pemerintah provinsi melalui tenaga ahli gubernur. Pemkot mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Dorongan tersebut muncul karena masyarakat di wilayah barat Jambi masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan juga membuat perjalanan antarwilayah memerlukan waktu lebih lama.
Pemprov Jambi Mulai Bahas Tahap Awal
Pemerintah Provinsi Jambi mulai membahas usulan tersebut pada tahap awal. Gubernur Al Haris meminta Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyusun kajian teknis.
Ia menegaskan pemerintah harus mengukur semua aspek sebelum melanjutkan rencana pembangunan. Tim teknis harus menghitung kondisi medan, kebutuhan lahan, serta dampak lingkungan secara detail.
“Semua usulan harus kita kaji dulu. Kita tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan sebelum data lengkap tersedia,” ujar Al Haris.
Kajian Teknis Jadi Syarat Utama
Pemprov Jambi menempatkan kajian teknis sebagai syarat utama sebelum menentukan kelanjutan proyek. Tim teknis akan menilai kelayakan rute, kondisi geografis, dan potensi dampak lingkungan.
Pemerintah juga meminta tim mempertimbangkan opsi lain selain fly over. Alternatif seperti peningkatan jalan eksisting atau pembangunan jalur baru juga masuk dalam pembahasan.
Kajian ini akan menjadi dasar keputusan apakah proyek bisa berlanjut ke tahap perencanaan detail atau perlu penyesuaian konsep.
Fokus Tingkatkan Konektivitas Wilayah Barat
Wilayah Sungai Penuh dan Kerinci memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan perdagangan. Namun masyarakat masih menghadapi kendala akses transportasi akibat kondisi geografis yang menantang.
Pemerintah menilai peningkatan konektivitas akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Akses yang lebih baik juga dapat memperkuat hubungan antarwilayah di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.
Wilayah Bungo juga masuk dalam rencana penguatan konektivitas karena berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di bagian tengah provinsi.
Tantangan Geografis Jadi Pertimbangan
Gubernur Al Haris menyoroti kondisi geografis Kerinci dan Sungai Penuh yang kompleks. Jalur tersebut melewati kawasan perbukitan, area rawan longsor, serta wilayah dengan fungsi lingkungan tertentu.
Pemerintah harus berhati-hati dalam merancang infrastruktur agar tidak menimbulkan risiko lingkungan di masa depan. Karena itu, tim teknis harus menempatkan aspek keselamatan dan keberlanjutan sebagai prioritas utama.
Pembiayaan Perlu Dukungan Pemerintah Pusat
Pemprov Jambi menilai proyek fly over berbiaya besar tidak dapat mengandalkan APBD daerah saja. Pemerintah perlu melibatkan kementerian terkait, termasuk Kementerian PUPR dan Bappenas.
Gubernur Al Haris meminta setiap usulan dilengkapi data kuat agar bisa menarik perhatian pemerintah pusat. Data tersebut harus menunjukkan manfaat ekonomi dan sosial dari proyek yang diusulkan.
Koordinasi Antar Daerah Jadi Kunci
Pemerintah provinsi meminta pemerintah kabupaten/kota serta DPRD untuk memperkuat koordinasi. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar usulan pembangunan masuk dalam prioritas nasional.
Tanpa koordinasi yang kuat, usulan berisiko tidak mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Tim Kajian Akan Dibentuk
Pemprov Jambi akan membentuk tim kajian awal dalam waktu dekat. Tim ini akan memetakan rute potensial, menghitung biaya pembangunan, serta menganalisis dampak ekonomi proyek.
Beberapa aspek yang menjadi fokus kajian antara lain:
- Kelayakan rute dan medan
- Estimasi biaya pembangunan
- Status lahan
- Dampak lingkungan
- Potensi ekonomi daerah
- Skema pendanaan
Hasil kajian ini akan menjadi dasar keputusan lanjutan pemerintah. (man)









