UMKM Kerupuk Singkong di Sungai Penuh Keluhkan Kelangkaan Bahan Baku

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM Kerupuk Singkong di Sungai Penuh Keluhkan Kelangkaan Bahan Baku

UMKM Kerupuk Singkong di Sungai Penuh Keluhkan Kelangkaan Bahan Baku

Jemarionline.com, Talang Lindung – Singkong (Manihot esculenta) dikenal juga sebagai ketela pohon, ubi kayu, atau cassava, singkong merupakan sumber makanan pokok ketiga terbesar di Indonesia setelah padi dan jagung.andungan dan manfaat: Kaya akan karbohidrat (sumber energi), serat, vitamin C, dan kalium, namun rendah protein. Daunnya juga sering dikonsumsi sebagai sayuran.singkong juga dapat diolah menjadi berbagai makanan seperti kerupuk (opak),keripik, tape, getuk, tiwul, dan tepung tapioka.

Talang lindung adalah salah satu desa yang terletak di pinggiran kota Sungai Penuh yang luasnya kurang lebih 4.000 Ha lebih yang sebagian besar wilayahnya adalah kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Mayoritas penduduknya adalah bergantung pada hasil pertanian terutama singkong dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) mengolah singkong menjadi keripik,opak (kerupuk singkong).Belakangan ini sejumlah sejumlah pelaku usaha kerupuk singkong mengeluhkan sulitnya bahan baku ubi kayu sementara itu permintaan penjual di pasaran tinggi.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Alokasikan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Gunung Burangrang

Dewi (44) mengatakan “Sudah lebih dari 5 bulan ini ubi kayu sulit didapat dari petani mungkin karena para petani sudak banyak yang beralih ke tanaman tua seperti kayu kulit manis atau bisa juga mungkin paktor cuaca panas kemarin ini sehingga mereka enggan ke ladang dan memilih ke sawah.sekarang ini petani ada juga yang menanam ubi kayu tapi tidak banayak cuman belum tua kalau untuk bikin kerupuk masih terlalu muda”ujarnya.

Salah satu penjual opak (kerupuk singkong) di pasar Sungai Penuh berhasil kami temui,Mak Sopia pedagang yang berasal dari desa Koto Keras Kecamatan Pesisi Bukit ini juga mengatakan ” Biasanya kami menerima sehari itu rata-rata 70 jirek dengan harga pembelian satu jirek kerupuk kecil berkisar antara Rp 20.000 sampai dengan Rp 22.000 tergantung kualaitasnya.Isi dalam satu jirek itu 100 keping.Sementara kerupuk besar kami beli dengan harga Rp 30.000 sampai Rp 33.000 perjirek tapi sekarang ini tidak seberapa orang yang antar kerupuk paling banyak sehari 30 jirek sementara yang membeli banyak”

Baca Juga :  Walikota Alfin Hadiri Serah Terima Kapolres Kerinci dan Dandim 0417/Kerinci

Ida (56 tahun) seorang produsen kerupuk singkong yang ada di desa Talang Lindung berharap melalui pemerintah desa supaya bisa menggalakkan kembali para petani untuk bercocok tanam singkong supaya untuk berikut dan seterusnya tidak lagi kekurangan bahan baku, kareana 60% kerupuk singkong yang ada pasar kota Sungai Penuh ini berasal dari UMKM desa Talang Lindung.

 

Berita Terkait

Nasabah Gugat Bank 9 Jambi Rp 1,24 Miliar karena Dokumen Kredit Hilang
Sistem Bank Jambi Bermasalah, LPS Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman
Bank Jambi Tempuh Jalur Hukum Usai Gangguan Sistem, Ganti Rugi Nasabah 100 Persen
Al Haris Boyong Bupati se-Jambi Temui Menteri Ara, Tagih Program Perumahan Rakyat
Demi Keselamatan, Dishub Provinsi Jambi Keluarkan Surat Edaran Nomor 78 Tahun 2026
Nasabah Datangi Bank Jambi Sungai Penuh Usai Layanan Lumpuh dan Isu Saldo Raib
Nasabah Bank Jambi Kehilangan Saldo Akibat Sistem Lumpuh, Pengaduan Resmi Dibuka
Dirut Pastikan Dana Nasabah Bank Jambi Aman, Nasabah Tetap Desak Pemulihan 1×24 Jam
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:00 WIB

Nasabah Gugat Bank 9 Jambi Rp 1,24 Miliar karena Dokumen Kredit Hilang

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:00 WIB

Sistem Bank Jambi Bermasalah, LPS Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:53 WIB

Bank Jambi Tempuh Jalur Hukum Usai Gangguan Sistem, Ganti Rugi Nasabah 100 Persen

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:00 WIB

Al Haris Boyong Bupati se-Jambi Temui Menteri Ara, Tagih Program Perumahan Rakyat

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Demi Keselamatan, Dishub Provinsi Jambi Keluarkan Surat Edaran Nomor 78 Tahun 2026

Berita Terbaru