UEA Jadi Donatur Terbesar Kedua Board of Peace, Ini Daftar Negara yang Ikut Berkontribusi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

UEA Jadi Donatur Terbesar Kedua Board of Peace, Ini Daftar Negara yang Ikut Berkontribusi

UEA Jadi Donatur Terbesar Kedua Board of Peace, Ini Daftar Negara yang Ikut Berkontribusi

Jemarionline.com, Jakarta – Uni Emirat Arab (UEA) tercatat sebagai donatur terbesar kedua dalam program perdamaian internasional yang dikelola Board of Peace. Program ini menghimpun dana dari berbagai negara untuk mendukung stabilitas dan pembangunan kembali wilayah konflik, termasuk Gaza.

Pengumuman tersebut menegaskan meningkatnya peran negara-negara Timur Tengah dalam pendanaan program kemanusiaan dan perdamaian global.

UEA Perkuat Peran Diplomasi Kemanusiaan

Kontribusi besar UEA menempatkan negara tersebut sebagai penyumbang terbesar kedua dalam inisiatif ini. Dana yang diberikan akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemulihan layanan publik, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik.

Baca Juga :  Ketegangan Global Memanas: Polemik Perdagangan AS–UE dan Stabilitas NATO di Davos 2026

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi diplomasi kemanusiaan yang semakin aktif dilakukan negara Teluk dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah Negara Lain Turut Menyumbang

Selain UEA, beberapa negara lain juga ikut memberikan dukungan finansial. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan adanya komitmen internasional untuk mempercepat pemulihan wilayah konflik dan menjaga stabilitas kawasan.

Program ini juga dikaitkan dengan upaya diplomasi global yang melibatkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang disebut berperan dalam mendorong kerja sama pendanaan lintas negara.

Fokus pada Rekonstruksi dan Stabilitas

Board of Peace menitikberatkan programnya pada pembangunan ekonomi dan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi ketegangan konflik melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  India Tambah Pesanan S-400 dari Rusia, Abaikan Tekanan AS

Pengamat hubungan internasional menilai bantuan ekonomi menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan perdamaian jangka panjang.

Transparansi Jadi Kunci Keberhasilan

Meski mendapat dukungan luas, keberhasilan program tetap bergantung pada transparansi pengelolaan dana dan stabilitas politik di kawasan. Pengawasan yang ketat dinilai penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Program ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas sekaligus mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak konflik.

Berita Terkait

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB