Jemarionline.com, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz.Ia secara terbuka menyindir negara-negara sekutu yang dinilai tidak mau terlibat dalam upaya membuka kembali jalur strategis tersebut.
Kritik untuk Sekutu Barat
Trump menilai sejumlah negara, terutama di Eropa, tidak menunjukkan dukungan nyata dalam konflik yang sedang berlangsung. Ia bahkan meminta negara-negara yang terdampak langsung oleh penutupan Selat Hormuz untuk bertindak sendiri.
Dalam pernyataannya, Trump menyarankan dua hal:
- Membeli pasokan energi dari Amerika Serikat
- Atau mengambil langkah sendiri untuk membuka jalur pelayaran tersebut
Ia juga menyindir kurangnya keberanian negara-negara tersebut dalam menghadapi situasi krisis.
AS Tak Mau Bergantung pada Sekutu
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak bergantung pada negara lain untuk menyelesaikan konflik ini. Ia bahkan memberi sinyal bahwa perang melawan Iran bisa diakhiri tanpa harus membuka kembali Selat Hormuz terlebih dahulu.
Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan, dari operasi militer langsung menjadi tekanan diplomatik dan pelimpahan tanggung jawab ke negara lain.
Selat Hormuz Jadi Taruhan Dunia
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati wilayah ini.
Sejak konflik meningkat, jalur tersebut sempat ditutup oleh Iran, memicu:
- Lonjakan harga minyak global
- Gangguan distribusi energi
- Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah
Trump: Negara Lain Harus Ambil Peran
Trump berpendapat bahwa negara-negara yang bergantung pada minyak dari kawasan tersebut seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.
Ia bahkan menyatakan bahwa setelah Amerika keluar dari konflik, pembukaan Selat Hormuz bisa terjadi “secara otomatis” atau ditangani oleh negara lain.









