Tesla Rilis FSD Supervised V14 di Australia, Lebih Cerdas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi Full Self Driving yang dikembangkan Tesla( ilustrasi poto : ANTARA )

Teknologi Full Self Driving yang dikembangkan Tesla( ilustrasi poto : ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Tesla mulai meluncurkan Tesla FSD Supervised V14 untuk pengguna di Australia melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air.

Drive melaporkan bahwa pembaruan ini membawa peningkatan signifikan pada sistem bantuan mengemudi semi-otonom yang kini bekerja lebih cepat, akurat, dan responsif terhadap kondisi lalu lintas yang berubah-ubah.

Tesla merilis pembaruan ini secara bertahap kepada pengguna yang sudah berlangganan atau membeli paket Full Self-Driving Supervised serta menggunakan kendaraan dengan hardware terbaru.

Tesla meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan pada FSD V14 melalui pembaruan arsitektur perangkat lunak dan pelatihan kecerdasan buatan yang lebih luas.

Perusahaan mengklaim sistem baru ini merespons situasi lalu lintas sekitar 20 persen lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya.

Sistem kini membaca kondisi jalan dengan lebih presisi, termasuk mendeteksi hambatan kecil, memahami pergerakan kendaraan lain, serta menavigasi kondisi jalan dengan visibilitas rendah.

Tesla juga memperkuat kemampuan sistem dalam mengelola situasi lalu lintas kompleks yang membutuhkan keputusan cepat.

Manuver Berkendara Lebih Stabil dan Efisien

Tesla menyempurnakan algoritma perpindahan jalur agar kendaraan tidak sering melakukan manuver yang tidak diperlukan.

Perubahan ini membuat pengalaman berkendara terasa lebih stabil dan nyaman, terutama di jalan raya dengan lalu lintas padat.

Selain itu, sistem meningkatkan akurasi dalam memilih ruang parkir serta melakukan manuver parkir di area terbatas.

Tesla juga mengoptimalkan proses pengambilan keputusan saat kendaraan berada di situasi sempit atau berisiko tinggi.

FSD Supervised V14 menghadirkan peningkatan signifikan dalam menghadapi berbagai kondisi jalan yang tidak umum.

Baca Juga :  Kenaikan BBM Ubah Selera Konsumen, Mobil Bekas Irit Kini Jadi Buruan

Sistem kini lebih baik dalam mengenali kendaraan darurat, bus sekolah, hingga pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan prioritas.

Tesla juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengidentifikasi objek kecil di jalan, termasuk hewan, serta benda asing yang berpotensi mengganggu jalur kendaraan.

Sistem ini juga lebih adaptif dalam mengelola persimpangan kompleks dengan konfigurasi lampu lalu lintas yang rumit.

Meskipun membawa peningkatan besar, Tesla menegaskan bahwa FSD Supervised belum berfungsi sebagai sistem mengemudi otonom penuh.

Pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kapan saja.

Tesla menempatkan teknologi ini sebagai sistem bantuan mengemudi tingkat lanjut, bukan pengganti pengemudi manusia.

Karena itu, tanggung jawab penuh tetap berada di tangan pengguna kendaraan selama sistem aktif.

Distribusi Bertahap dengan Keterbatasan Hardware

Tesla mendistribusikan pembaruan FSD V14 secara bertahap di Australia. Sistem ini saat ini hanya tersedia untuk kendaraan dengan Hardware 4, termasuk Model 3 produksi September 2023 ke atas dan Model Y produksi Januari 2024 ke atas.

Karena proses peluncuran dilakukan secara bertahap, tidak semua pengguna yang memenuhi syarat langsung menerima pembaruan.

Tesla juga belum memastikan jadwal rilis untuk kendaraan yang masih menggunakan Hardware 3.

Di Australia, Tesla menawarkan FSD Supervised melalui sistem berlangganan sebesar 149 dolar Australia per bulan atau sekitar Rp1,8 juta.

Selain itu, Tesla pernah menawarkan opsi pembelian permanen dengan harga sekitar 10.100 dolar Australia atau setara Rp126 juta hingga akhir Maret 2026.

Baca Juga :  Penjualan Mobil China di Indonesia Tembus 63.274 Unit, Tumbuh 72 Persen hingga Mei 2026

Model ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memilih antara langganan bulanan atau kepemilikan penuh fitur sesuai kebutuhan.

Versi FSD V14 yang hadir di Australia dan Selandia Baru merupakan varian 14.3.3, yang sebelumnya telah lebih dulu tersedia di Amerika Serikat.

Pembaruan ini menjadi bagian dari pengembangan jangka panjang menuju sistem Full Self-Driving tanpa pengawasan.

Tesla juga terus menguji teknologi ini pada armada kendaraan uji berbasis Model Y di sejumlah kota di Amerika Serikat.

Pengujian mencakup skenario dengan dan tanpa pengemudi penguji di dalam kendaraan.

Peningkatan Sistem Kamera dan Pemantauan Pengemudi

Tesla juga meningkatkan sistem kamera pemantau pengemudi untuk memastikan pengguna tetap fokus saat fitur FSD aktif.

Sistem ini kini lebih akurat dalam melacak arah pandangan mata, termasuk saat pengemudi memakai kacamata.

Selain itu, Tesla meningkatkan performa sistem dalam kondisi pencahayaan rendah dan situasi yang dapat mengganggu akurasi pemantauan.

Pembaruan ini bertujuan memperkuat aspek keselamatan selama sistem bantuan mengemudi digunakan.

Tesla menekankan bahwa seluruh pembaruan pada FSD V14 berfokus pada peningkatan keselamatan, akurasi, dan keandalan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Perusahaan terus mengumpulkan data dari pengujian jalan raya untuk memperbaiki performa sistem di berbagai kondisi.

Dengan peluncuran ini, Tesla memperluas langkahnya dalam menghadirkan teknologi bantuan mengemudi yang semakin maju dan mendekati sistem otonom penuh, meski tetap berada dalam pengawasan pengemudi.(ar)

Berita Terkait

BYD Bangun 6.682 Stasiun Flash Charging di China, Target 20.000 Unit Dikejar
Harga Mobil Murah Juni 2026, Agya hingga Brio Satya Masih Jadi Favorit
Road Falcon vs Morbidelli C252V: Duel Cruiser 250 cc BMI, Ini Perbedaannya
Penjualan Mobil China di Indonesia Tembus 63.274 Unit, Tumbuh 72 Persen hingga Mei 2026
BYD M6 DM PHEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp298 Juta
Mercedes-AMG Perbarui SUV GLE dan GLS dengan Mesin V8 Baru
Suzuki Grand Vitara Tawarkan Value for Money, Tak Cuma Irit BBM
Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander 2021 Turun, GLS CVT Kini Mulai Rp160 Jutaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:00 WIB

BYD Bangun 6.682 Stasiun Flash Charging di China, Target 20.000 Unit Dikejar

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00 WIB

Tesla Rilis FSD Supervised V14 di Australia, Lebih Cerdas

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

Harga Mobil Murah Juni 2026, Agya hingga Brio Satya Masih Jadi Favorit

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:00 WIB

Road Falcon vs Morbidelli C252V: Duel Cruiser 250 cc BMI, Ini Perbedaannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB

Penjualan Mobil China di Indonesia Tembus 63.274 Unit, Tumbuh 72 Persen hingga Mei 2026

Berita Terbaru

Teknologi Full Self Driving yang dikembangkan Tesla( ilustrasi poto : ANTARA )

OTOMOTIF

Tesla Rilis FSD Supervised V14 di Australia, Lebih Cerdas

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:00 WIB