Diduga Ada Tawaran Rp300 Juta, TPUA Tetap Lanjutkan Agenda ke UGM dan Rumah Jokowi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Ada Tawaran Rp300 Juta, TPUA Tetap Lanjutkan Agenda ke UGM dan Rumah Jokowi

Diduga Ada Tawaran Rp300 Juta, TPUA Tetap Lanjutkan Agenda ke UGM dan Rumah Jokowi

Jemarionline.com, Rencana kunjungan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ke Solo dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sempat diwarnai dugaan intervensi. Salah satu anggota rombongan, Arif Ikhsan, mengaku menerima tawaran uang dalam jumlah besar agar agenda tersebut dibatalkan.

Arif menyebut, dirinya dihubungi oleh seseorang tak dikenal melalui sambungan telepon pada malam hari, sekitar 12 April 2025. Dalam percakapan itu, ia ditawari uang sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta dengan syarat rombongan TPUA tidak melanjutkan perjalanan ke Solo, termasuk kunjungan ke UGM dan kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Baca Juga :  Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Dinilai Tak Menghapus Masalah Hukum

Meski tawaran tersebut cukup besar, Arif menegaskan bahwa dirinya menolak. Ia menyatakan tidak mengetahui identitas pihak yang menghubunginya dan memilih untuk tetap menjalankan agenda yang telah direncanakan sebelumnya.

“Kami tidak tergoda dengan tawaran itu dan tetap berangkat sesuai rencana,” ujarnya.

Kunjungan TPUA ke Solo dan UGM sendiri berkaitan dengan isu yang tengah menjadi perhatian publik, yakni dugaan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Agenda tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mereka mencari klarifikasi langsung terhadap pihak terkait.

Pada akhirnya, rombongan TPUA tetap mendatangi Universitas Gadjah Mada pada pertengahan April 2025. Selain itu, kunjungan ke kediaman Jokowi di Solo juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mereka.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi Awal 2026, Sejumlah Daerah Tingkatkan Kewaspadaan Banjir

Namun demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai siapa pihak yang diduga menawarkan uang tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas pengakuan dari pihak TPUA dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak lain.

Kasus ini pun menambah panjang polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait isu yang diangkat oleh TPUA, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai adanya dugaan upaya untuk mempengaruhi jalannya aksi tersebut.

Berita Terkait

Gubernur: Andai Semua PPPK Diberhentikan pun Belum Cukup
Istana Tegaskan Tak Akan Tarik TNI dari Misi Perdamaian di Lebanon
Wacana Pengalihan Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati Kembali Menguat
2 Wakil Indonesia Tembus Semifinal BAC 2026, Peluang ke Final Terbuka Lebar
44 Personel Yonko 463 Pasgat TNI AU Siap Bertugas di Perbatasan RI–PNG
TNI AL Gelar Latihan di Selat Singapura, Uji Hadapi Ancaman Laut
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Tidak Ada SIM Khusus Lansia 2026, Ini Penjelasan Sebenarnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 16:00 WIB

Gubernur: Andai Semua PPPK Diberhentikan pun Belum Cukup

Sabtu, 11 April 2026 - 15:00 WIB

Istana Tegaskan Tak Akan Tarik TNI dari Misi Perdamaian di Lebanon

Sabtu, 11 April 2026 - 12:00 WIB

Wacana Pengalihan Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati Kembali Menguat

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIB

2 Wakil Indonesia Tembus Semifinal BAC 2026, Peluang ke Final Terbuka Lebar

Sabtu, 11 April 2026 - 08:00 WIB

44 Personel Yonko 463 Pasgat TNI AU Siap Bertugas di Perbatasan RI–PNG

Berita Terbaru

ASN terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu. Ilustrasi (Foto: Ricardo/JPNN.com)

Nasional

Gubernur: Andai Semua PPPK Diberhentikan pun Belum Cukup

Sabtu, 11 Apr 2026 - 16:00 WIB

Windrose kirim truk listrik Class 8 pertama ke AS, jarak 450 mil, siap saingi Tesla.

OTOMOTIF

Windrose Kirim Truk Listrik ke AS, Siap Tantang Tesla

Sabtu, 11 Apr 2026 - 14:00 WIB