Rekomendasi Saham Bareksa: BBNI, JSMR, dan INTP Diproyeksi Menguat Seiring Rebound IHSG

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: 10 Negara DI DUNIA yang Ramah Dengan Kripto/Aristya RahadianInfografis/

Foto: 10 Negara DI DUNIA yang Ramah Dengan Kripto/Aristya RahadianInfografis/

Jakarta, Jemarionline.com– Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading jangka pendek, yakni BBNI, JSMR, dan INTP. Ketiga saham tersebut mendapat dukungan dari perbaikan indikator teknikal di tengah peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bareksa memperkirakan IHSG masih memiliki ruang naik setelah mencatat kenaikan 1,11 persen pada perdagangan sebelumnya.

Analis melihat stochastic oscillator berbalik naik dari area oversold. Sinyal tersebut membuka peluang rebound yang lebih konstruktif sehingga pelaku pasar mulai kembali mencermati saham-saham berfundamental kuat. Selain itu, beberapa emiten juga memperoleh sentimen positif dari faktor fundamental maupun prospek bisnis yang masih menjanjikan.

Karena itu, Bareksa menempatkan BBNI, JSMR, dan INTP sebagai pilihan utama untuk perdagangan jangka pendek pada awal Juni 2026.

IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan

Tim Analis Bareksa memproyeksikan IHSG bergerak pada area support 6.112 dan resistance 6.287. Prediksi tersebut muncul setelah indeks menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Selain itu, indikator teknikal menunjukkan momentum positif yang mulai terbentuk. Kondisi tersebut mendorong optimisme bahwa pasar saham Indonesia berpeluang melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek.

“IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dalam kisaran 6.112–6.287,” tulis Tim Analis Bareksa dalam riset hariannya.

Karena itu, investor mulai mencari saham yang berpotensi memperoleh manfaat dari perbaikan sentimen pasar.

BBNI Didukung Teknikal dan Fundamental

Bareksa merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) untuk strategi hold atau beli spekulatif pada area Rp3.720 hingga Rp3.850. Pada perdagangan sebelumnya, saham BBNI naik 1,62 persen ke level Rp3.760.

Baca Juga :  Menguak Gurita Potongan Aplikator: Mengapa Dompet Driver Ojol Kian Tipis?

Secara teknikal, BBNI bergerak di atas rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah. Posisi tersebut menunjukkan tren naik yang masih terjaga. Selain itu, indikator RSI berada di area netral sehingga saham ini masih memiliki ruang penguatan.

BBNI juga memperoleh dukungan dari kinerja fundamental yang solid. Bareksa menilai kebijakan terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) berpotensi menjadi katalis positif bagi bank pelat merah tersebut.

Target dan Strategi BBNI

  • Area beli: Rp3.720 – Rp3.850
  • Target harga: Rp3.950 – Rp4.070
  • Stop loss: Rp3.810

Analis menyarankan investor melakukan akumulasi ketika harga berada di area rekomendasi sambil memperhatikan pergerakan pasar secara keseluruhan.

JSMR Berpotensi Lanjutkan Kenaikan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga masuk dalam daftar saham pilihan Bareksa. Saham emiten jalan tol tersebut naik sekitar 1 persen ke level Rp3.040 pada perdagangan terakhir.

Secara teknikal, JSMR bergerak di atas MA20 dan mendekati MA50. Posisi tersebut membuka peluang terjadinya breakout apabila tekanan beli terus meningkat. Selain itu, indikator RSI menunjukkan momentum yang semakin membaik.

Bareksa menilai saham JSMR masih memiliki peluang kenaikan dalam jangka pendek apabila mampu mempertahankan momentum positif yang sedang terbentuk.

Target dan Strategi JSMR

  • Area beli: Rp2.970 – Rp3.010
  • Target harga: Rp3.200 – Rp3.290
  • Stop loss: Rp2.940
Baca Juga :  Investor Panik Tunggu Keputusan MSCI, IHSG Justru Melemah ke 6.858, Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pasar

Karena itu, saham JSMR menjadi salah satu pilihan menarik bagi trader yang mencari peluang dari sektor infrastruktur.

INTP Tawarkan Peluang Rebound

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melengkapi daftar rekomendasi Bareksa. Saham produsen semen tersebut menguat 1,43 persen ke level Rp4.970 pada perdagangan sebelumnya.

Secara teknikal, INTP bergerak mendekati area resistance yang terbentuk dari MA20 dan MA50. Selain itu, indikator RSI menunjukkan momentum positif tanpa memasuki area jenuh beli. Kondisi tersebut membuka peluang rebound lanjutan dalam jangka pendek.

Bareksa melihat sektor konstruksi dan bahan bangunan masih memiliki prospek yang cukup baik seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Target dan Strategi INTP

  • Area beli: Rp4.850 – Rp4.920
  • Target harga: Rp5.220 – Rp5.370
  • Stop loss: Rp4.800

Investor dapat mempertimbangkan strategi buy on weakness ketika harga mendekati area beli yang direkomendasikan.

Sentimen Pasar Mulai Membaik

Perbaikan teknikal IHSG memberikan dorongan bagi sejumlah saham unggulan. Selain itu, investor mulai melihat peluang rebound setelah pasar mengalami tekanan cukup panjang dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut membuat saham perbankan, infrastruktur, dan sektor bahan bangunan kembali menarik perhatian pelaku pasar. Karena itu, BBNI, JSMR, dan INTP menjadi pilihan yang dinilai memiliki kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang cukup kuat.

“BBNI mendapat dukungan ganda dari teknikal yang solid dan fundamental kuat,” tulis Tim Analis Bareksa. (man)

Berita Terkait

Harga Emas Berbalik Naik, Kabar Baik dari Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar
GOTO Buka Suara Usai Saham Didepak FTSE Russell dan Terancam Keluar dari Indeks MSCI
IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi
Bitcoin Turun ke Level 70.000 Dollar AS, Tekanan Datang dari Strategy dan Ketidakpastian Iran
OJK Dorong Penguatan BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024–2027 untuk Dukung UMKM
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 25.000, Tinggalkan Level Rp 2,8 Juta
Impor Indonesia Naik 13,40% Januari–April 2026, Bahan Baku Jadi Pendorong Utama
Profitabilitas Asuransi Umum dan Reasuransi Tetap Kuat di Awal 2026, Laba Capai Rp4,22 Triliun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Berbalik Naik, Kabar Baik dari Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Rekomendasi Saham Bareksa: BBNI, JSMR, dan INTP Diproyeksi Menguat Seiring Rebound IHSG

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:00 WIB

GOTO Buka Suara Usai Saham Didepak FTSE Russell dan Terancam Keluar dari Indeks MSCI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00 WIB

Bitcoin Turun ke Level 70.000 Dollar AS, Tekanan Datang dari Strategy dan Ketidakpastian Iran

Berita Terbaru