OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH (Poto:dok.OJK)

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH (Poto:dok.OJK)

Kediri, jemarionline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan ekonomi berbasis pesantren dengan menggelar Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH). Melalui kegiatan ini, OJK meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah secara langsung kepada santri dan masyarakat.

OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Santri

Pertama, OJK menghadirkan berbagai lembaga jasa keuangan syariah dalam kegiatan FEBIS. Selain itu, OJK juga membuka ruang dialog antara pelaku usaha dan lembaga keuangan agar mereka dapat membangun kerja sama yang konkret.

Dicky Kartikoyono menegaskan bahwa OJK menempatkan pesantren sebagai mitra strategis. Ia menjelaskan bahwa santri perlu memahami pengelolaan keuangan sejak dini. Oleh karena itu, OJK menjalankan program SAKINAH untuk membekali santri dengan pengetahuan praktis.

Tidak hanya itu, OJK juga mengajarkan pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan produk keuangan syariah, serta dasar-dasar kewirausahaan. Dengan demikian, santri memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Baca Juga :  Waka BGN Murka, SPPG Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi

Selanjutnya, OJK melihat pesantren sebagai pusat ekonomi berbasis komunitas. Dengan jumlah santri yang besar, pesantren mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, OJK mendorong pesantren untuk mengembangkan berbagai usaha produktif.

Melalui FEBIS, OJK mempertemukan pelaku usaha pesantren dengan lembaga keuangan. Dari pertemuan tersebut, pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan dan memperluas jaringan bisnis. Di sisi lain, lembaga keuangan juga dapat menjangkau sektor yang lebih luas.

Kemudian, OJK mengarahkan pesantren untuk mengembangkan sektor riil seperti pertanian, peternakan, dan usaha mikro. Dengan langkah ini, pesantren dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dukung Program Nasional

Selain itu, OJK juga mengaitkan penguatan pesantren dengan program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). OJK mendorong masyarakat untuk ikut berperan dalam rantai pasok program tersebut.

Baca Juga :  Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup

Sebagai contoh, masyarakat dapat menjadi pemasok bahan pangan seperti sayur, daging, dan hasil pertanian lainnya. Dengan keterlibatan ini, perputaran ekonomi akan semakin luas. Oleh sebab itu, program ini tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga manfaat ekonomi.

Kolaborasi Perkuat Ekonomi Umat

Terakhir, OJK menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat program ini. OJK bekerja sama dengan organisasi keagamaan dan instansi pemerintah agar program berjalan lebih efektif.

Melalui kolaborasi ini, OJK ingin menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif. Di samping itu, OJK juga berharap sinergi antar lembaga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pesantren.

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi umat. Ke depan, OJK berharap pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya!
Rupiah Terperosok ke Level Rp 17.127, Efek Eskalasi Global dan Lemahnya Fundamental
Pemerintah Tegaskan Rokok Ilegal Harus Bayar Cukai atau Tutup
Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup
NTB Genjot Aturan Daerah untuk Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online
2.139 PLTD Akan Dipensiunkan, Pemerintah Tekan BBM dan Percepat Energi Bersih
Pasar Saham Indonesia Bangkit, IHSG Kembali Menguat
Selat Hormuz Gonjang-ganjing, Kenapa Harga Plastik Makin Mahal?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:30 WIB

Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya!

Rabu, 15 April 2026 - 20:30 WIB

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH

Rabu, 15 April 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp 17.127, Efek Eskalasi Global dan Lemahnya Fundamental

Selasa, 14 April 2026 - 13:03 WIB

Pemerintah Tegaskan Rokok Ilegal Harus Bayar Cukai atau Tutup

Selasa, 14 April 2026 - 10:00 WIB

Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup

Berita Terbaru

Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati ( Poto : dok.AFP/OLIVER CONTRERAS/CNBC Indonesia )

Internasional

Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:30 WIB

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH (Poto:dok.OJK)

Ekonomi

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH

Rabu, 15 Apr 2026 - 20:30 WIB

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-78 Pesisir Selatan

Daerah

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-78 Pesisir Selatan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:30 WIB