Netanyahu Klaim Iran “Babak Belur”, Sebut Mojtaba Khamenei Boneka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Netanyahu Klaim Iran “Babak Belur”, Sebut Mojtaba Khamenei Boneka

Netanyahu Klaim Iran “Babak Belur”, Sebut Mojtaba Khamenei Boneka

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah perang yang masih berlangsung antara kedua negara. Ia mengklaim serangan militer Israel bersama Amerika Serikat telah memberikan pukulan berat terhadap kekuatan militer dan nuklir Teheran.

Dalam konferensi pers pada Kamis (12/3/2026), Netanyahu mengatakan berbagai operasi militer yang dilakukan sejak akhir Februari telah merusak infrastruktur strategis Iran dan menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir negara tersebut. Menurutnya, serangan itu juga berhasil menghambat program rudal balistik dan nuklir Iran.

Netanyahu bahkan menyebut kondisi Iran saat ini babak belur” akibat tekanan militer yang terus meningkat. Ia menilai negaranya kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya.

Baca Juga :  AS Kerahkan 3.500 Tentara ke Timur Tengah, Situasi Memanas

Sindir Pemimpin Baru Iran

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga menyinggung Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai pemimpin baru Iran setelah kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Ia menyebut Mojtaba sebagai boneka rezim”, sekaligus memperingatkan bahwa para pemimpin Iran tidak memiliki jaminan keselamatan jika konflik terus berlanjut.

Pernyataan itu menjadi salah satu kritik paling keras dari Israel terhadap kepemimpinan baru Iran di tengah eskalasi konflik regional.

Seruan Kepada Rakyat Iran

Netanyahu juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran. Ia mengatakan Israel mendukung warga Iran yang menginginkan perubahan politik di negara mereka.

Baca Juga :  Hubungan AS-Israel Memanas, Intelijen AS Naikkan Status Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis

Meski demikian, ia menegaskan bahwa masa depan Iran sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri. Israel, kata dia, hanya berupaya menciptakan kondisi yang dapat membuka peluang perubahan tersebut.

Konflik Berpotensi Meluas

Ketegangan Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran global. Serangan rudal, drone, serta ancaman penutupan Selat Hormuz meningkatkan risiko krisis energi dan konflik regional yang lebih luas.

Sejumlah negara bahkan mulai meningkatkan kesiagaan militer di kawasan Timur Tengah untuk mengantisipasi dampak konflik yang terus berkembang.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru