Pemkot Jambi Targetkan Luas Tambah Tanam Padi 538 Hektare pada 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA JAMBI

Foto: ANTARA JAMBI

Jambi, Jemarionline.com – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. Pada 2026, pemerintah menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai 538 hektare. Target tersebut sedikit lebih tinggi dibanding capaian tahun sebelumnya.

Pemkot Jambi menetapkan target itu setelah melihat hasil positif sepanjang 2025. Selain itu, pemerintah ingin menjaga ketersediaan beras sekaligus meningkatkan produktivitas petani di wilayah Kota Jambi.

Di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang semakin pesat, pemerintah tetap berupaya mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu penopang kebutuhan pangan masyarakat.

Realisasi 2025 Melampaui Sasaran

Dinas Pertanian Kota Jambi mencatat luas tambah tanam padi sepanjang 2025 mencapai 534 hektare. Angka tersebut melampaui sasaran awal yang berada di level 520 hektare.

Capaian tersebut memberikan kepercayaan diri bagi pemerintah untuk menaikkan target pada tahun ini. Karena itu, Pemkot Jambi optimistis petani mampu memenuhi target 538 hektare sepanjang 2026.

Selain mencatat peningkatan luas tanam, sektor pertanian juga menunjukkan produktivitas yang cukup baik selama tahun lalu. Kondisi itu menjadi modal penting dalam menyusun program pertanian tahun ini.

Dinas Pertanian Optimalkan Lahan yang Tersedia

Dinas Pertanian Kota Jambi akan memaksimalkan pemanfaatan lahan sawah yang masih tersedia di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Nasabah Bank Jambi Kehilangan Saldo Akibat Sistem Lumpuh, Pengaduan Resmi Dibuka

Petugas lapangan bersama penyuluh pertanian akan mendampingi petani agar mereka dapat memanfaatkan lahan secara lebih efektif. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan kelompok tani untuk mempercepat proses tanam.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dan menghasilkan panen yang lebih baik.

Di sisi lain, pemerintah menyadari keterbatasan lahan menjadi tantangan utama di kawasan perkotaan. Karena itu, optimalisasi lahan menjadi strategi yang paling realistis untuk meningkatkan produksi padi.

Tingkatkan Indeks Pertanaman

Selain mengoptimalkan lahan yang ada, Pemkot Jambi juga mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

Melalui program ini, petani dapat menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun. Dengan demikian, mereka bisa meningkatkan produksi tanpa harus membuka lahan baru.

Pemerintah juga mengajak petani mempercepat masa tanam agar target luas tambah tanam dapat tercapai sesuai jadwal.

Selanjutnya, penyuluh pertanian akan memberikan pendampingan teknis kepada petani agar proses budidaya berjalan lebih efektif.

Dukung Program Swasembada Pangan

Target luas tambah tanam padi yang ditetapkan Pemkot Jambi sejalan dengan program swasembada pangan nasional.

Pemerintah pusat terus mendorong daerah untuk meningkatkan produksi pangan melalui perluasan luas tanam dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga :  Harga Gabah Kusut Putih di Sungai Penuh Bertahan di Rp9.500/kg, Jauh di Atas HPP

Karena itu, Kota Jambi mengambil peran aktif dengan memaksimalkan potensi lahan pertanian yang tersedia. Langkah tersebut sekaligus membantu menjaga pasokan beras di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Selain mendukung program nasional, peningkatan produksi padi juga membantu memperkuat perekonomian petani lokal.

Petani Berperan Penting

Pemkot Jambi menilai petani memiliki peran penting dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Karena itu, pemerintah terus memberikan pendampingan, penyuluhan, dan berbagai dukungan teknis untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi.

Selain itu, pemerintah juga mengajak kelompok tani untuk menjaga semangat kolaborasi dan saling berbagi pengalaman dalam mengelola lahan pertanian.

Dengan kerja sama yang kuat, pemerintah yakin target luas tambah tanam dapat tercapai sesuai rencana.

Tantangan Masih Menghadang

Meski optimistis, Pemkot Jambi tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Alih fungsi lahan, perubahan cuaca, dan ketersediaan air masih menjadi faktor yang memengaruhi sektor pertanian. Selain itu, pertumbuhan kawasan permukiman juga mengurangi ruang bagi aktivitas pertanian.

Namun demikian, pemerintah memilih fokus pada solusi yang dapat langsung diterapkan. Karena itu, optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman menjadi strategi utama yang akan dijalankan sepanjang tahun. (man)

Berita Terkait

Kerinci Kembali Raih WTP Ke-11, Bupati Monadi Apresiasi Kinerja Seluruh Jajaran Pemerintah Daerah
Dewan Pengawas Baru Tirta Khayangan Diminta Proaktif Benahi Kinerja Perusahaan
WTP Ke-14 Diraih, Wali Kota Alfin Sebut Tata Kelola Keuangan Sungai Penuh Semakin Solid
Dana BOS 2026 SMP di Sungai Penuh Capai Rp 3,9 Miliar, SMPN 8 Kelola Rp 788 Juta
129 Bangunan KDKMP di Jambi Rampung, Percepatan Program Koperasi Merah Putih Terus Digenjot
Dinas Pendidikan Kerinci Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Sederhana, Jangan Bebani Orang Tua
Tender RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar Tuntas, Monadi Genjot Layanan Kesehatan Modern
Nekat Mancing di Lubuk Larangan, Dua Warga Kena Denda Rp10 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:00 WIB

Pemkot Jambi Targetkan Luas Tambah Tanam Padi 538 Hektare pada 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Kerinci Kembali Raih WTP Ke-11, Bupati Monadi Apresiasi Kinerja Seluruh Jajaran Pemerintah Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:00 WIB

WTP Ke-14 Diraih, Wali Kota Alfin Sebut Tata Kelola Keuangan Sungai Penuh Semakin Solid

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dana BOS 2026 SMP di Sungai Penuh Capai Rp 3,9 Miliar, SMPN 8 Kelola Rp 788 Juta

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

129 Bangunan KDKMP di Jambi Rampung, Percepatan Program Koperasi Merah Putih Terus Digenjot

Berita Terbaru