Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H. (Kemenag )

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H. (Kemenag )

Jemarionline – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan ini diambil melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil pengamatan hilal (rukyat) dan perhitungan astronomi (hisab) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Hilal Tidak Memenuhi Kriteria

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan MABIMS.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur di Pulau Terluar 2026

Karena itu, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari berikutnya, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026.

Diputuskan Melalui Sidang Isbat

Sidang isbat menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Proses ini melibatkan berbagai pihak, seperti:

  • Tim rukyat hilal

  • Pakar astronomi

  • Perwakilan organisasi Islam

Hasil sidang kemudian diumumkan kepada publik melalui konferensi pers pada malam hari.

Berpotensi Berbeda dengan Muhammadiyah

Penetapan pemerintah berbeda dengan Muhammadiyah.

Baca Juga :  Menag Pastikan Dana BOP RA dan BOS Madrasah Tahap I 2026 Cair Sebelum Idulfitri

Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab.

Perbedaan ini terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan tidak sama.

Didukung Data Astronomi

Sejumlah lembaga seperti BRIN dan BMKG sebelumnya juga memprediksi Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026.

Hal ini karena posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah kriteria minimum visibilitas.

Berita Terkait

Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, Mengalahkan Tokyo dan Shanghai
5 Bantuan Sosial Cair April 2026, Termasuk PKH dan BPNT
Bayi Lahir di Indonesia Bakal Otomatis Terdaftar BPJS Kesehatan
SIM Mati di Awal April 2026? Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru
TNI AU Borong 12 Jet PC‑24 dan Siapkan 24 Pesawat Latih PC‑21
Novel Baswedan dan Haris Azhar Hadiri Pelantikan Hendarsam Marantoko
RI Bangun Tambak Udang Raksasa di NTT
Bahlil Klarifikasi Isu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 06:00 WIB

Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, Mengalahkan Tokyo dan Shanghai

Sabtu, 4 April 2026 - 03:08 WIB

5 Bantuan Sosial Cair April 2026, Termasuk PKH dan BPNT

Jumat, 3 April 2026 - 14:00 WIB

Bayi Lahir di Indonesia Bakal Otomatis Terdaftar BPJS Kesehatan

Jumat, 3 April 2026 - 09:00 WIB

SIM Mati di Awal April 2026? Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru

Jumat, 3 April 2026 - 02:00 WIB

TNI AU Borong 12 Jet PC‑24 dan Siapkan 24 Pesawat Latih PC‑21

Berita Terbaru

Warganet Soroti Jalan Rusak, Ahmad Luthfi Jadi Sasaran Kritikan

Pemerintahan

Warganet Soroti Jalan Rusak, Ahmad Luthfi Jadi Sasaran Kritikan

Sabtu, 4 Apr 2026 - 05:00 WIB

5 Bantuan Sosial yang Cair di Bulan April 2026, Termasuk PKH dan BPNT

Nasional

5 Bantuan Sosial Cair April 2026, Termasuk PKH dan BPNT

Sabtu, 4 Apr 2026 - 03:08 WIB

Foto Ilustrasi DK PBB: (REUTERS/Andrew Kelly)

Internasional

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok

Jumat, 3 Apr 2026 - 23:55 WIB