JAKARTA – Memasuki hari pertama bulan suci Ramadan 1447 H, sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia melaporkan lonjakan pengunjung hingga 10–15 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan ini diharapkan mendorong konsumsi domestik, khususnya di sektor ritel dan kuliner.
Persiapan Pusat Perbelanjaan
Pengelola mal menyiapkan berbagai promosi dan program belanja menarik untuk menarik pengunjung, termasuk diskon, paket bundling, dan kegiatan budaya. Strategi ini bertujuan mendongkrak omzet di awal Ramadan sekaligus meningkatkan pengalaman belanja masyarakat.
Dampak pada Ekonomi
Lonjakan pengunjung mal memberi efek positif bagi ekonomi, tidak hanya bagi pengelola mal tetapi juga UMKM, sektor logistik, transportasi, dan perdagangan. Aktivitas ini menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat di awal bulan puasa.
Proyeksi Pakar Ekonomi
Pakar ekonomi menilai tren ini menunjukkan pemulihan ekonomi domestik dan antusiasme masyarakat dalam berbelanja, meski tetap menjalankan protokol Ramadan. Aktivitas ini juga menjadi indikator awal pertumbuhan konsumsi selama bulan suci.
Kesimpulan:
Memasuki hari pertama Ramadan 2026, lonjakan kunjungan mal diperkirakan akan menjadi pendorong utama konsumsi domestik, sekaligus memberi optimisme bagi pertumbuhan ekonomi nasional.









