Ende, NTT – Warga Desa Tendambonggi, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai ekonomis. Sebelumnya, kulit biji dan buah kopi hanya terbuang sia-sia, namun kini dijadikan berbagai produk kreatif yang mendukung perekonomian lokal.
Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai
Beberapa inovasi yang dikembangkan oleh masyarakat desa antara lain:
-
Pupuk kompos dari kulit kopi yang kaya unsur hara, membantu meningkatkan kualitas tanah.
-
Teh cascara, minuman unik dari kulit kopi dengan aroma manis dan rasa asam khas.
-
Cookies kulit kopi, yang mulai dipasarkan ke konsumen lokal maupun online.
-
Briket, sebagai alternatif bahan bakar, meski proses produksinya lebih menantang.
Pendampingan dan Peran Komunitas
Pendampingan teknis dari Universitas Flores dimulai sejak 2024, membantu masyarakat dalam pengelolaan limbah kopi hingga pemasaran produk. Program ini juga mendorong pemberdayaan kaum ibu dan pemuda, sehingga mereka bisa menciptakan sumber pendapatan baru tanpa harus meninggalkan desa.
Harapan Ekonomi Lokal
Kepala Desa Tendambonggi berharap inovasi ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang usaha, dan menjaga keberlanjutan sektor kopi di wilayahnya. Dengan limbah kopi yang kini bermanfaat, desa ini menunjukkan contoh bagaimana kreativitas dan pemanfaatan sumber daya lokal bisa membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat.









