AI Jadi Pesaing Baru Lulusan Hukum dan Kedokteran, Ini Kata Eks Petinggi Google

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AI Jadi Pesaing Baru Lulusan Hukum dan Kedokteran, Ini Kata Eks Petinggi Google

AI Jadi Pesaing Baru Lulusan Hukum dan Kedokteran, Ini Kata Eks Petinggi Google

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin cepat dan mulai memicu kekhawatiran terhadap masa depan sejumlah profesi bergengsi. Mantan petinggi Google memperingatkan bahwa lulusan hukum dan kedokteran berpotensi menghadapi persaingan serius dari teknologi AI dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jad Tarifi, mantan eksekutif Google sekaligus pendiri perusahaan AI Integral. Ia menilai sistem pendidikan tradisional, terutama di bidang hukum dan medis, bergerak jauh lebih lambat dibandingkan kemajuan teknologi AI.

AI Berkembang Lebih Cepat dari Pendidikan Tinggi

Menurut Tarifi, program studi seperti kedokteran dan hukum membutuhkan waktu pendidikan yang sangat panjang. Masalahnya, ketika mahasiswa akhirnya lulus, kemampuan AI diperkirakan sudah berkembang hingga mampu melakukan banyak tugas profesional yang sebelumnya hanya bisa dikerjakan manusia.

Ia bahkan menilai gelar profesional yang memakan waktu bertahun-tahun berisiko menjadi kurang relevan karena AI terus belajar dan meningkatkan kemampuannya secara eksponensial. Sistem AI modern kini mampu menganalisis data medis, membaca dokumen hukum, hingga memberikan rekomendasi berbasis jutaan referensi dalam waktu sangat singkat.

Baca Juga :  Iran Tunjuk Google, Microsoft, dan Nvidia sebagai Target di Timur Tengah

Tarifi juga mengkritik metode pembelajaran yang masih berfokus pada hafalan informasi. Menurutnya, model seperti itu mudah digantikan oleh AI yang memiliki kapasitas memori dan pencarian data jauh lebih besar.

Bukan Berarti Dokter dan Pengacara Akan Hilang

Meski terdengar ekstrem, pernyataan tersebut bukan berarti profesi dokter atau pengacara akan sepenuhnya hilang. Tarifi menekankan bahwa kemampuan manusia tetap penting, terutama dalam aspek yang sulit digantikan mesin, seperti:

  • empati terhadap pasien atau klien

  • komunikasi interpersonal

  • pengambilan keputusan etis

  • pemahaman konteks sosial dan emosional

Keterampilan manusia inilah yang dinilai akan menjadi pembeda utama di era AI.

AI Sudah Mulai Masuk ke Dunia Profesional

Saat ini, teknologi AI sudah digunakan dalam berbagai pekerjaan profesional, misalnya:

  • membantu analisis diagnosis medis

  • menyusun dokumen hukum dan kontrak

  • riset kasus hukum secara otomatis

  • analisis data pasien dan prediksi risiko penyakit

Baca Juga :  Toyota Avanza 2026 Makin Modern, Ini Detail Fitur LED DRL, Head Unit Canggih, dan HSA

Karena itu, banyak ahli menilai masa depan pekerjaan bukanlah manusia vs AI, melainkan manusia yang mampu bekerja bersama AI.

Beberapa pengamat bahkan menyebut perubahan akibat AI bisa setara dengan revolusi industri karena dampaknya terhadap pasar kerja global sangat besar.

Pesan untuk Generasi Muda

Alih-alih menghindari pendidikan tinggi, Tarifi menyarankan mahasiswa untuk mulai mengembangkan keterampilan yang tidak mudah diotomatisasi, seperti:

  • berpikir kritis

  • kreativitas

  • kemampuan adaptasi teknologi

  • kolaborasi dengan sistem AI

Dengan kata lain, AI bukan hanya ancaman, tetapi juga alat baru yang akan mengubah cara profesional bekerja di masa depan.

Berita Terkait

PLN Jalankan 21 Proyek PLTS, Tekan Penggunaan BBM
Toyota Avanza 2026 Makin Modern, Ini Detail Fitur LED DRL, Head Unit Canggih, dan HSA
PTPN IV Sulap Limbah Sawit Jadi Energi Listrik dan Bahan Bakar
Yulianto Sulap Lahan Jadi Kebun Kelengkeng, Omzet Ratusan Juta
China Perkenalkan Software Drone Berbasis Bambu
Tidak Lagi Terbuang, Kulit Kopi Jadi Andalan Warga Tendambonggi
Gelombang Gen Z dan Generasi 90-an Jadi Pemimpin AI di Perusahaan Teknologi China
Dua Motor Listrik Tangguh Cocok untuk Medan Pegunungan Seperti di Sungai Penuh dan Kerinci
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 07:00 WIB

PLN Jalankan 21 Proyek PLTS, Tekan Penggunaan BBM

Senin, 13 April 2026 - 21:00 WIB

Toyota Avanza 2026 Makin Modern, Ini Detail Fitur LED DRL, Head Unit Canggih, dan HSA

Selasa, 7 April 2026 - 10:00 WIB

PTPN IV Sulap Limbah Sawit Jadi Energi Listrik dan Bahan Bakar

Senin, 6 April 2026 - 18:00 WIB

Yulianto Sulap Lahan Jadi Kebun Kelengkeng, Omzet Ratusan Juta

Minggu, 5 April 2026 - 23:59 WIB

China Perkenalkan Software Drone Berbasis Bambu

Berita Terbaru

Foto: Jambiupdate.co

Daerah

Namanya Masuk Bursa Cagub Jambi, Ini Tanggapan Dedy Putra

Selasa, 21 Apr 2026 - 23:00 WIB

Foto: Wikipedia

Daerah

Namanya Mencuat di Pilgub Jambi, Ini Jawaban Syarif Fasha

Selasa, 21 Apr 2026 - 22:00 WIB