Konsumsi Minuman Manis Kemasan Masih Tinggi, Dokter Ingatkan Risiko Diabetes dan Obesitas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi minuman manis kemasan yang mengandung gula tinggi. Dokter mengingatkan konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

Ilustrasi minuman manis kemasan yang mengandung gula tinggi. Dokter mengingatkan konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

Jemarionline — Konsumsi minuman manis dalam kemasan masih tergolong tinggi di berbagai kelompok usia. Dokter dan pakar gizi mengingatkan kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, obesitas, serta gangguan metabolik lainnya jika tidak dikendalikan sejak dini.

Berdasarkan pemantauan di fasilitas kesehatan, banyak pasien datang dengan keluhan kenaikan berat badan, mudah lelah, hingga kadar gula darah yang mulai meningkat. Pola konsumsi minuman berpemanis—seperti teh kemasan, minuman bersoda, dan minuman berenergi—dinilai menjadi salah satu penyumbang utama asupan gula berlebih.

“Banyak orang tidak sadar bahwa gula cair dari minuman kemasan cepat diserap tubuh dan berdampak besar pada gula darah,” ujar dokter spesialis gizi klinik, Selasa (hari ini).

Dampak Gula Cair bagi Kesehatan

Berbeda dengan gula dari makanan utuh, gula cair tidak memberikan rasa kenyang. Akibatnya, asupan kalori harian mudah berlebihan. Beberapa dampak kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Peningkatan risiko diabetes tipe 2

  • Penumpukan lemak dan obesitas

  • Gangguan metabolisme

  • Risiko penyakit jantung

  • Kerusakan gigi

Baca Juga :  Manfaat Daun Sirih Cina untuk Kesehatan

Dokter menekankan bahwa konsumsi rutin, meski dalam porsi kecil namun sering, tetap berisiko dalam jangka panjang.

Anak dan Remaja Jadi Kelompok Rentan

Anak dan remaja disebut sebagai kelompok paling rentan karena paparan iklan dan kemudahan akses minuman manis. Kebiasaan ini berpotensi terbawa hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di usia muda.

“Jika pola konsumsi ini tidak diubah, kita bisa melihat lonjakan kasus diabetes pada usia produktif,” kata pakar kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Diabetes Tipe 2 Meningkat, Dokter Soroti Pola Makan Tinggi Gula

Langkah Sederhana Mengurangi Risiko

Tenaga medis menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengurangi asupan gula harian:

  • Memilih air putih sebagai minuman utama

  • Membatasi minuman kemasan berpemanis

  • Membaca label kandungan gula pada kemasan

  • Mengganti minuman manis dengan buah utuh

  • Membiasakan membawa minum sendiri dari rumah

Perubahan kecil namun konsisten dinilai efektif menurunkan risiko gangguan metabolik.

Kesadaran Konsumsi Sehat Perlu Ditingkatkan

Pakar menilai edukasi mengenai kandungan gula dalam minuman kemasan masih perlu diperkuat. Kesadaran konsumen menjadi kunci utama dalam mencegah meningkatnya penyakit kronis yang berkaitan dengan pola makan.

“Pencegahan selalu lebih murah dan efektif daripada pengobatan,” tegas dokter.

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal

Berita Terbaru