Jemarionline — Konsumsi minuman manis dalam kemasan masih tergolong tinggi di berbagai kelompok usia. Dokter dan pakar gizi mengingatkan kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, obesitas, serta gangguan metabolik lainnya jika tidak dikendalikan sejak dini.
Berdasarkan pemantauan di fasilitas kesehatan, banyak pasien datang dengan keluhan kenaikan berat badan, mudah lelah, hingga kadar gula darah yang mulai meningkat. Pola konsumsi minuman berpemanis—seperti teh kemasan, minuman bersoda, dan minuman berenergi—dinilai menjadi salah satu penyumbang utama asupan gula berlebih.
“Banyak orang tidak sadar bahwa gula cair dari minuman kemasan cepat diserap tubuh dan berdampak besar pada gula darah,” ujar dokter spesialis gizi klinik, Selasa (hari ini).
Dampak Gula Cair bagi Kesehatan
Berbeda dengan gula dari makanan utuh, gula cair tidak memberikan rasa kenyang. Akibatnya, asupan kalori harian mudah berlebihan. Beberapa dampak kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Peningkatan risiko diabetes tipe 2
-
Penumpukan lemak dan obesitas
-
Gangguan metabolisme
-
Risiko penyakit jantung
-
Kerusakan gigi
Dokter menekankan bahwa konsumsi rutin, meski dalam porsi kecil namun sering, tetap berisiko dalam jangka panjang.
Anak dan Remaja Jadi Kelompok Rentan
Anak dan remaja disebut sebagai kelompok paling rentan karena paparan iklan dan kemudahan akses minuman manis. Kebiasaan ini berpotensi terbawa hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di usia muda.
“Jika pola konsumsi ini tidak diubah, kita bisa melihat lonjakan kasus diabetes pada usia produktif,” kata pakar kesehatan masyarakat.
Langkah Sederhana Mengurangi Risiko
Tenaga medis menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengurangi asupan gula harian:
-
Memilih air putih sebagai minuman utama
-
Membatasi minuman kemasan berpemanis
-
Membaca label kandungan gula pada kemasan
-
Mengganti minuman manis dengan buah utuh
-
Membiasakan membawa minum sendiri dari rumah
Perubahan kecil namun konsisten dinilai efektif menurunkan risiko gangguan metabolik.
Kesadaran Konsumsi Sehat Perlu Ditingkatkan
Pakar menilai edukasi mengenai kandungan gula dalam minuman kemasan masih perlu diperkuat. Kesadaran konsumen menjadi kunci utama dalam mencegah meningkatnya penyakit kronis yang berkaitan dengan pola makan.
“Pencegahan selalu lebih murah dan efektif daripada pengobatan,” tegas dokter.









