Konflik Internasional Kian Memanas di Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peta dunia yang menggambarkan meningkatnya konflik internasional dan ketegangan geopolitik global. (Sumber:  World Map Illustration)

Ilustrasi peta dunia yang menggambarkan meningkatnya konflik internasional dan ketegangan geopolitik global. (Sumber: World Map Illustration)

Jemarionline — Situasi konflik internasional kembali memanas di awal tahun 2026. Sejumlah kawasan dunia dilaporkan mengalami peningkatan ketegangan militer dan diplomatik, memicu kekhawatiran global akan stabilitas keamanan internasional.

Rusia–Ukraina Kembali Tegang

Perang Rusia–Ukraina masih menjadi sorotan utama dunia. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas serangan dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah strategis Ukraina. Negara-negara Barat menilai eskalasi ini berpotensi memperluas konflik, terutama karena lokasinya yang dekat dengan perbatasan negara anggota NATO.

Amerika Serikat dan Uni Eropa kembali menyerukan penahanan diri, sembari menegaskan komitmen dukungan terhadap Ukraina. Sementara itu, Rusia menyatakan langkah militernya sebagai bagian dari kepentingan pertahanan nasional.

Baca Juga :  Emas Capai Rekor Tertinggi US$4.600, Bitcoin Stabil di US$90.000

Timur Tengah Belum Stabil

Di kawasan Timur Tengah, konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina kembali memicu ketegangan regional. Bentrokan sporadis dan serangan balasan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara tetangga.

PBB dan sejumlah negara Arab mendesak gencatan senjata demi mencegah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Asia dan Amerika Latin Ikut Berjolak

Di Asia Timur, ketegangan di kawasan Laut China Selatan kembali mencuat akibat aktivitas militer dan klaim wilayah yang tumpang tindih. Sementara itu, Amerika Latin menghadapi dinamika politik dan tekanan internasional yang berpotensi memicu konflik diplomatik antarnegara.

Baca Juga :  Gempa 7,2 SR Guncang Jepang, Warga Dievakuasi Massal

Dampak Global

Para pengamat menilai meningkatnya konflik internasional berdampak langsung pada:

  • Stabilitas ekonomi global

  • Harga energi dan pangan

  • Keamanan jalur perdagangan internasional

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan dialog terbuka dan solusi diplomatik sebagai jalan utama untuk meredakan ketegangan.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB