Kasus DBD Mulai Meningkat, Dinas Kesehatan Imbau Warga Aktif Lakukan PSN di Awal Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan permukiman sebagai upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Petugas kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan permukiman sebagai upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Jemarionline — Dinas Kesehatan di sejumlah daerah mulai melaporkan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun ini. Curah hujan yang masih tinggi disertai genangan air di lingkungan permukiman dinilai menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus dengue.

Petugas kesehatan menyebutkan, tren kenaikan kasus DBD biasanya terjadi setelah intensitas hujan meningkat selama beberapa pekan berturut-turut. Kondisi tersebut menciptakan banyak tempat perindukan nyamuk, terutama di wadah air yang jarang dibersihkan.

“Awal tahun menjadi fase krusial. Jika pencegahan tidak dilakukan sejak sekarang, kasus DBD bisa melonjak dalam waktu singkat,” kata pejabat Dinas Kesehatan, Selasa (hari ini).

Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Masyarakat diminta tidak menganggap remeh demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala awal DBD yang sering muncul meliputi:

  • Demam tinggi mendadak hingga 39 derajat Celsius

  • Nyeri kepala dan nyeri di belakang mata

  • Lemas dan nyeri otot

  • Mual atau muntah

  • Muncul bintik merah pada kulit

Baca Juga :  Pola Makan Tinggi Gula Tingkatkan Risiko Diabetes, Ini Peringatan Pakar Kesehatan

Jika demam tidak turun dalam dua hingga tiga hari, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.

Pemberantasan Sarang Nyamuk Jadi Langkah Utama

Dinas Kesehatan kembali menekankan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai upaya paling efektif menekan penyebaran DBD. Gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, dinilai masih menjadi kunci utama pencegahan.

Baca Juga :  Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk:

  • Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali

  • Menggunakan obat anti-nyamuk terutama pagi dan sore hari

  • Memasang kawat nyamuk di ventilasi rumah

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Peran Aktif Masyarakat Sangat Menentukan

Tenaga medis menilai upaya pemerintah tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif warga. DBD bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga masalah lingkungan dan perilaku bersama.

“DBD bisa dicegah. Kuncinya ada pada kedisiplinan menjaga lingkungan dan kesadaran mengenali gejala sejak awal,” ujar petugas kesehatan.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan penerapan PSN secara rutin, lonjakan kasus DBD di awal tahun diharapkan dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal

Berita Terbaru