Jemarionline — Dinas Kesehatan di sejumlah daerah mulai melaporkan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun ini. Curah hujan yang masih tinggi disertai genangan air di lingkungan permukiman dinilai menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus dengue.
Petugas kesehatan menyebutkan, tren kenaikan kasus DBD biasanya terjadi setelah intensitas hujan meningkat selama beberapa pekan berturut-turut. Kondisi tersebut menciptakan banyak tempat perindukan nyamuk, terutama di wadah air yang jarang dibersihkan.
“Awal tahun menjadi fase krusial. Jika pencegahan tidak dilakukan sejak sekarang, kasus DBD bisa melonjak dalam waktu singkat,” kata pejabat Dinas Kesehatan, Selasa (hari ini).
Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Masyarakat diminta tidak menganggap remeh demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala awal DBD yang sering muncul meliputi:
-
Demam tinggi mendadak hingga 39 derajat Celsius
-
Nyeri kepala dan nyeri di belakang mata
-
Lemas dan nyeri otot
-
Mual atau muntah
-
Muncul bintik merah pada kulit
Jika demam tidak turun dalam dua hingga tiga hari, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.
Pemberantasan Sarang Nyamuk Jadi Langkah Utama
Dinas Kesehatan kembali menekankan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai upaya paling efektif menekan penyebaran DBD. Gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, dinilai masih menjadi kunci utama pencegahan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk:
-
Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali
-
Menggunakan obat anti-nyamuk terutama pagi dan sore hari
-
Memasang kawat nyamuk di ventilasi rumah
-
Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
Peran Aktif Masyarakat Sangat Menentukan
Tenaga medis menilai upaya pemerintah tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif warga. DBD bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga masalah lingkungan dan perilaku bersama.
“DBD bisa dicegah. Kuncinya ada pada kedisiplinan menjaga lingkungan dan kesadaran mengenali gejala sejak awal,” ujar petugas kesehatan.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan penerapan PSN secara rutin, lonjakan kasus DBD di awal tahun diharapkan dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.









