Kasus DBD di Jambi Mulai Muncul, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Musim Hujan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penularan demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia.

Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penularan demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia.

Jemarionline, Jambi– Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah.

Beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dilaporkan mulai menemukan kasus DBD dalam beberapa pekan terakhir. Meski jumlahnya belum tinggi, kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menyebutkan, musim hujan menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan DBD karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga :  Konsumsi Air Putih Cukup Berperan Penting dalam Menjaga Fungsi Ginjal

“Perubahan cuaca dan curah hujan tinggi membuat potensi penularan DBD meningkat. Kami mengimbau masyarakat tidak lengah,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Gejala awal DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit. Dinkes mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.

Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinkes mengajak masyarakat menerapkan langkah 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

Baca Juga :  Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental: Cara Sederhana Kurangi Stres dan Cemas

Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Dinkes Provinsi Jambi menegaskan bahwa pencegahan DBD membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya mengandalkan fogging.

“Fogging bukan solusi utama. Yang terpenting adalah memutus siklus hidup nyamuk dari lingkungan rumah,” tegasnya.

Berita Terkait

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak
Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018
Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!
Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains
72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup
Cara Mengurangi Stres Kerja Secara Efektif
5 Buah yang Bantu Turunkan Asam Urat Secara Alami
Tips Orang Tua Kurangi Gadget Anak Saat Liburan Sekolah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:00 WIB

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak

Jumat, 10 April 2026 - 04:00 WIB

Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Selasa, 7 April 2026 - 16:00 WIB

Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains

Senin, 6 April 2026 - 22:00 WIB

72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup

Berita Terbaru

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat (AI)

Internasional

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

Senin, 13 Apr 2026 - 10:00 WIB