Jakarta, Jemarionline.com – Jenis orbit satelit menentukan cara satelit mengelilingi Bumi sekaligus memengaruhi fungsi yang dijalankannya. Para ilmuwan dan operator satelit membagi orbit utama menjadi tiga kategori, yaitu Low Earth Orbit (LEO), Medium Earth Orbit (MEO), dan Geostationary Earth Orbit (GEO).
Setiap orbit memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, operator memilih jenis orbit sesuai kebutuhan, mulai dari komunikasi, navigasi, pengamatan cuaca, hingga pemantauan permukaan Bumi.
Low Earth Orbit (LEO)
LEO merupakan orbit yang berada paling dekat dengan Bumi. Umumnya, satelit pada orbit ini mengelilingi Bumi pada ketinggian sekitar 160 hingga 2.000 kilometer.
Jarak yang dekat membuat satelit LEO mengirim data dengan latensi rendah. Oleh sebab itu, operator banyak memanfaatkan orbit ini untuk internet satelit, pengamatan Bumi, penelitian, serta pencitraan wilayah. Selain itu, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) juga berada di orbit LEO.
Medium Earth Orbit (MEO)
MEO berada di antara orbit LEO dan GEO. Satelit pada orbit ini biasanya mengelilingi Bumi pada ketinggian sekitar 2.000 hingga 35.786 kilometer.
Operator memanfaatkan orbit MEO untuk layanan navigasi global. Sistem seperti GPS menggunakan orbit ini karena mampu memberikan cakupan luas sekaligus menjaga akurasi posisi. Selain itu, jumlah satelit yang dibutuhkan juga lebih sedikit dibandingkan konstelasi LEO.
Geostationary Earth Orbit (GEO)
GEO berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas garis khatulistiwa. Satelit pada orbit ini bergerak mengikuti kecepatan rotasi Bumi sehingga tampak diam jika dilihat dari permukaan.
Karakter tersebut membuat satelit GEO sangat cocok untuk siaran televisi, komunikasi, dan pemantauan cuaca. Selain itu, satu satelit GEO dapat menjangkau wilayah yang sangat luas sehingga operator tidak perlu mengoperasikan banyak satelit.
Perbedaan Ketiga Jenis Orbit
Masing-masing orbit menawarkan keunggulan yang berbeda. LEO memberikan kecepatan komunikasi yang tinggi, MEO mendukung sistem navigasi, sedangkan GEO menyediakan cakupan wilayah yang sangat luas.
Karena memiliki fungsi yang berbeda, operator satelit memilih orbit sesuai tujuan misi. Dengan demikian, setiap satelit dapat bekerja secara optimal untuk memenuhi kebutuhan komunikasi, navigasi, maupun observasi Bumi.
Mengapa Orbit Satelit Sangat Penting?
Orbit menentukan kecepatan satelit, luas cakupan sinyal, hingga waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Bumi. Oleh karena itu, para insinyur harus menghitung posisi orbit dengan sangat cermat sebelum meluncurkan satelit.
Selain mendukung komunikasi global, satelit juga membantu manusia memprediksi cuaca, memantau perubahan lingkungan, mengoperasikan GPS, hingga menyediakan layanan internet di berbagai wilayah. Berkat teknologi tersebut, aktivitas sehari-hari kini menjadi lebih mudah dan efisien.

![Kulkas inverter 2 pintu LG GN-B202SQIB. [LG]](https://jemarionline.com/wp-content/uploads/2026/07/32464-kulkas-inverter-2-pintu-lg-gn-b202sqib-225x129.jpg)







