Mengenal 3 Jenis Orbit Satelit dan Fungsinya di Luar Angkasa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bumi dan satelit yang terpapar energi matahari.(TechCrunch)

Ilustrasi Bumi dan satelit yang terpapar energi matahari.(TechCrunch)

Jakarta, Jemarionline.com – Jenis orbit satelit menentukan cara satelit mengelilingi Bumi sekaligus memengaruhi fungsi yang dijalankannya. Para ilmuwan dan operator satelit membagi orbit utama menjadi tiga kategori, yaitu Low Earth Orbit (LEO), Medium Earth Orbit (MEO), dan Geostationary Earth Orbit (GEO).

Setiap orbit memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, operator memilih jenis orbit sesuai kebutuhan, mulai dari komunikasi, navigasi, pengamatan cuaca, hingga pemantauan permukaan Bumi.

Low Earth Orbit (LEO)

LEO merupakan orbit yang berada paling dekat dengan Bumi. Umumnya, satelit pada orbit ini mengelilingi Bumi pada ketinggian sekitar 160 hingga 2.000 kilometer.

Jarak yang dekat membuat satelit LEO mengirim data dengan latensi rendah. Oleh sebab itu, operator banyak memanfaatkan orbit ini untuk internet satelit, pengamatan Bumi, penelitian, serta pencitraan wilayah. Selain itu, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) juga berada di orbit LEO.

Baca Juga :  Hujan Meteor Eta Aquarid Mei 2026: Jadwal Puncak, Cara Melihat, dan Waktu Terbaik di Indonesia

Medium Earth Orbit (MEO)

MEO berada di antara orbit LEO dan GEO. Satelit pada orbit ini biasanya mengelilingi Bumi pada ketinggian sekitar 2.000 hingga 35.786 kilometer.

Operator memanfaatkan orbit MEO untuk layanan navigasi global. Sistem seperti GPS menggunakan orbit ini karena mampu memberikan cakupan luas sekaligus menjaga akurasi posisi. Selain itu, jumlah satelit yang dibutuhkan juga lebih sedikit dibandingkan konstelasi LEO.

Geostationary Earth Orbit (GEO)

GEO berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas garis khatulistiwa. Satelit pada orbit ini bergerak mengikuti kecepatan rotasi Bumi sehingga tampak diam jika dilihat dari permukaan.

Karakter tersebut membuat satelit GEO sangat cocok untuk siaran televisi, komunikasi, dan pemantauan cuaca. Selain itu, satu satelit GEO dapat menjangkau wilayah yang sangat luas sehingga operator tidak perlu mengoperasikan banyak satelit.

Baca Juga :  Inovasi Energi Terbarukan di Indonesia: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan

Perbedaan Ketiga Jenis Orbit

Masing-masing orbit menawarkan keunggulan yang berbeda. LEO memberikan kecepatan komunikasi yang tinggi, MEO mendukung sistem navigasi, sedangkan GEO menyediakan cakupan wilayah yang sangat luas.

Karena memiliki fungsi yang berbeda, operator satelit memilih orbit sesuai tujuan misi. Dengan demikian, setiap satelit dapat bekerja secara optimal untuk memenuhi kebutuhan komunikasi, navigasi, maupun observasi Bumi.

Mengapa Orbit Satelit Sangat Penting?

Orbit menentukan kecepatan satelit, luas cakupan sinyal, hingga waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Bumi. Oleh karena itu, para insinyur harus menghitung posisi orbit dengan sangat cermat sebelum meluncurkan satelit.

Selain mendukung komunikasi global, satelit juga membantu manusia memprediksi cuaca, memantau perubahan lingkungan, mengoperasikan GPS, hingga menyediakan layanan internet di berbagai wilayah. Berkat teknologi tersebut, aktivitas sehari-hari kini menjadi lebih mudah dan efisien.

Berita Terkait

Peneliti Temukan Solusi Cuci Baju di Luar Angkasa Tanpa Banyak Air
Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi, NASA Pastikan Aman dan Jadi Momen Langka Astronomi
Hujan Meteor Eta Aquarid Mei 2026: Jadwal Puncak, Cara Melihat, dan Waktu Terbaik di Indonesia
Hujan Meteor Lyrids 2026 Capai Puncak 22-23 April, Ini Jadwal dan Cara Melihatnya dari Indonesia
Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari 2026, Ini Jadwal dan Wilayah Pengamatannya
Astronom Temukan Planet Baru yang Mirip Bumi, Berpotensi Dihuni Makhluk Hidup
Inovasi Energi Terbarukan di Indonesia: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:00 WIB

Mengenal 3 Jenis Orbit Satelit dan Fungsinya di Luar Angkasa

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:00 WIB

Peneliti Temukan Solusi Cuci Baju di Luar Angkasa Tanpa Banyak Air

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:00 WIB

Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi, NASA Pastikan Aman dan Jadi Momen Langka Astronomi

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:00 WIB

Hujan Meteor Eta Aquarid Mei 2026: Jadwal Puncak, Cara Melihat, dan Waktu Terbaik di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 13:36 WIB

Hujan Meteor Lyrids 2026 Capai Puncak 22-23 April, Ini Jadwal dan Cara Melihatnya dari Indonesia

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB