Peneliti Temukan Solusi Cuci Baju di Luar Angkasa Tanpa Banyak Air

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi astronot di luar angkasa.(Unsplash/NASA)

Ilustrasi astronot di luar angkasa.(Unsplash/NASA)

Jakarta, Jemarionline.com – Para peneliti terus mencari solusi untuk mengatasi tantangan mencuci pakaian di luar angkasa. Tidak seperti di Bumi, astronot tidak dapat menggunakan mesin cuci biasa karena kondisi mikrogravitasi membuat air tidak mengalir sebagaimana mestinya. Karena itu, ilmuwan mulai mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan astronot membersihkan pakaian dengan penggunaan air yang sangat minim.

Selama ini, astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menggunakan pakaian yang sama selama beberapa waktu sebelum membuangnya sebagai limbah. Metode tersebut masih efektif untuk misi jangka pendek. Namun, misi ke Bulan dan Mars membutuhkan solusi yang lebih efisien karena astronot akan berada di luar angkasa dalam waktu yang jauh lebih lama.

Astronot Tidak Bisa Mencuci Pakaian Seperti di Bumi

Kondisi mikrogravitasi membuat proses mencuci pakaian menjadi sangat rumit.

Di luar angkasa, air tidak jatuh ke bawah seperti di Bumi. Air justru membentuk gelembung dan melayang di dalam kabin. Situasi tersebut membuat astronot sulit menggunakan metode pencucian konvensional.

Selain itu, setiap misi luar angkasa memiliki persediaan air yang terbatas. Karena itu, kru misi harus menggunakan air secara hemat untuk berbagai kebutuhan penting seperti minum, memasak, dan menjaga kebersihan diri.

Peneliti Kembangkan Sistem Pencucian Baru

Para ilmuwan kini mengembangkan sistem pencucian yang dirancang khusus untuk lingkungan luar angkasa.

Baca Juga :  Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi, NASA Pastikan Aman dan Jadi Momen Langka Astronomi

Teknologi tersebut menggunakan air dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan mesin cuci biasa. Selain itu, sistem ini memungkinkan kru misi mendaur ulang air bekas pencucian sehingga mereka dapat menggunakannya kembali untuk kebutuhan lain.

Para peneliti juga mengembangkan formula deterjen khusus yang dapat bekerja secara efektif dalam kondisi mikrogravitasi.

Karena itu, teknologi ini berpotensi mengurangi kebutuhan logistik yang harus dikirim dari Bumi.

NASA Fokus pada Misi Jangka Panjang

NASA dan sejumlah lembaga antariksa internasional menilai teknologi pencucian pakaian menjadi kebutuhan penting untuk misi eksplorasi masa depan.

Perjalanan menuju Mars dapat berlangsung lebih dari dua tahun. Karena itu, astronot tidak mungkin membawa ratusan potong pakaian cadangan selama misi berlangsung.

Sebaliknya, mereka membutuhkan sistem yang memungkinkan penggunaan ulang pakaian secara aman dan higienis.

Selain menghemat ruang penyimpanan, teknologi tersebut juga membantu mengurangi beban muatan pesawat antariksa.

Jaga Kesehatan dan Kenyamanan Astronot

Para peneliti tidak hanya berfokus pada kebersihan pakaian.

Mereka juga ingin menjaga kesehatan dan kenyamanan astronot selama menjalankan misi. Pakaian yang kotor dapat memicu pertumbuhan bakteri, menimbulkan bau tidak sedap, dan mengganggu aktivitas sehari-hari kru.

Baca Juga :  Google Latih AI Pakai Data Pengguna, Begini Cara Mematikan Fitur

Karena itu, sistem pencucian yang efektif dapat meningkatkan kualitas hidup astronot selama bertugas di luar angkasa.

Selain itu, teknologi tersebut membantu kru menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka tinggal selama misi berlangsung.

Teknologi Ramah Lingkungan Jadi Prioritas

Para peneliti juga mengutamakan aspek keberlanjutan dalam proyek ini.

Mereka merancang sistem yang mampu menghemat penggunaan air sekaligus memaksimalkan proses daur ulang. Selain itu, mereka berusaha mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pencucian.

Karena itu, teknologi tersebut tidak hanya bermanfaat untuk eksplorasi luar angkasa, tetapi juga berpotensi menginspirasi pengembangan sistem pencucian hemat air di Bumi.

Para ilmuwan berharap inovasi tersebut dapat membantu manusia mengelola sumber daya secara lebih efisien di masa depan.

Teknologi Ini Bisa Bermanfaat di Bumi

Penelitian luar angkasa sering menghasilkan teknologi yang kemudian digunakan masyarakat umum.

Para peneliti meyakini sistem pencucian hemat air ini juga memiliki potensi yang sama. Teknologi tersebut dapat membantu masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan air bersih.

Selain itu, industri tekstil dan rumah tangga juga dapat memanfaatkan inovasi tersebut untuk mengurangi konsumsi air.

Karena itu, manfaat penelitian ini tidak hanya terbatas pada dunia antariksa. (man)

Berita Terkait

HP dengan Radiasi Tertinggi dan Cara Aman Menggunakannya
ChatGPT Dikabarkan Bisa Bikin Stiker WhatsApp Langsung
Motorola Moto Pad 70 Resmi, Tablet 5G Baterai 10.200 mAh
Daftar Harga iPhone 17 Pro di Berbagai Negara
ASUS Prime AP304 Resmi Hadir, Casing ATX dengan Kaca Lengkung
9 Aplikasi Pencari Rute Terbaik 2026, Akurat dan Praktis
Cara Update Android Tanpa Kehilangan Foto dan Video
Mengapa Apple Melewati iPhone 9? Ini Penjelasan Lengkapnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:00 WIB

HP dengan Radiasi Tertinggi dan Cara Aman Menggunakannya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:00 WIB

ChatGPT Dikabarkan Bisa Bikin Stiker WhatsApp Langsung

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Motorola Moto Pad 70 Resmi, Tablet 5G Baterai 10.200 mAh

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Daftar Harga iPhone 17 Pro di Berbagai Negara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:00 WIB

ASUS Prime AP304 Resmi Hadir, Casing ATX dengan Kaca Lengkung

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB