Imigrasi Kerinci Deportasi Tiga WNA, Kasus Overstay Masih Mendominasi Pengawasan Orang Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jambiupdate.co

Foto: Jambiupdate.co

Jemarionline.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci memperketat pengawasan terhadap warga negara asing di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Upaya itu terlihat dari deportasi terhadap tiga warga negara asing sepanjang tahun 2025 karena pelanggaran aturan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kerinci Purnomo menjelaskan dua warga Malaysia dan satu warga Tiongkok masuk dalam daftar deportasi tahun ini.

Kasus overstay menjadi pelanggaran yang paling banyak muncul.

Dua warga Malaysia tinggal melewati batas izin kunjungan. Mereka tidak mampu membayar denda overstay sehingga petugas memproses deportasi dengan bantuan keluarga dan Kedutaan Besar Malaysia.

Sementara itu, satu warga negara Tiongkok menghadapi deportasi karena menyalahgunakan izin tinggal.

Petugas menemukan warga asing tersebut menggunakan izin kunjungan untuk menetap dan berdagang di Sungai Penuh.

Aktivitas itu tidak sesuai dengan izin yang dimiliki.

Pelanggaran itu kemudian berujung proses hukum hingga deportasi.

Overstay Masih Jadi Pelanggaran Terbanyak

Kasus overstay masih mendominasi pelanggaran yang ditangani Imigrasi Kerinci.

Kondisi ini menunjukkan banyak warga asing belum patuh terhadap aturan izin tinggal.

Imigrasi menilai persoalan ini masih menjadi tantangan utama dalam pengawasan orang asing.

Petugas terus memantau kepatuhan izin tinggal karena pelanggaran overstay dapat berujung sanksi serius.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Dorong Kejelasan Status PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu

Pelanggar bisa menghadapi denda administratif, deportasi, hingga larangan masuk kembali ke Indonesia.

Karena itu, Imigrasi Kerinci menjadikan pengawasan izin tinggal sebagai prioritas.

Kasus dua warga Malaysia memperkuat gambaran bahwa overstay masih mendominasi dibanding pelanggaran lainnya.

Imigrasi Tegakkan Aturan dengan Tindakan Nyata

Imigrasi Kerinci menegaskan deportasi merupakan bagian dari penegakan hukum, bukan sekadar tindakan administratif.

Petugas mengambil langkah tegas untuk memberi efek jera.

Melalui penindakan ini, imigrasi ingin memastikan setiap warga asing mematuhi aturan selama berada di Indonesia.

Selain tiga deportasi, Imigrasi Kerinci juga menangani lima tindakan administratif keimigrasian, satu perkara projustisia, serta tiga kasus lain melalui Tim Pengawasan Orang Asing atau Timpora.

Data itu menunjukkan pengawasan tidak hanya berhenti pada deportasi.

Petugas menggunakan berbagai mekanisme untuk menangani pelanggaran sesuai tingkat kesalahannya.

Langkah itu memperlihatkan pengawasan berjalan aktif.

Penyalahgunaan Izin Tinggal Jadi Sorotan

Selain overstay, penyalahgunaan izin tinggal juga menjadi perhatian serius.

Kasus warga Tiongkok yang berdagang dengan visa kunjungan menunjukkan pelanggaran tidak hanya soal masa berlaku izin.

Imigrasi juga mengawasi penggunaan izin sesuai fungsinya.

Petugas menilai penyalahgunaan izin dapat merusak tertib keimigrasian jika tidak segera ditindak.

Baca Juga :  Banjir Landa Sarolangun, Al Haris Turun Tangan dan Evaluasi Keras Soal PETI

Karena itu, pengawasan kini tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga memantau aktivitas warga asing di lapangan.

Langkah ini bertujuan mencegah pelanggaran serupa.

Pengawasan Orang Asing Terus Diperketat

Imigrasi Kerinci terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas warga asing.

Petugas melakukan pemeriksaan administrasi, patroli pengawasan, dan koordinasi lintas instansi.

Mereka juga melibatkan Timpora untuk memperkuat pengawasan bersama.

Kolaborasi ini membantu petugas mendeteksi pelanggaran lebih cepat.

Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh masih menerima mobilitas warga asing untuk kunjungan, usaha, maupun aktivitas lainnya.

Karena itu, pengawasan tetap menjadi prioritas.

Imigrasi ingin memastikan seluruh aktivitas warga asing berjalan sesuai aturan.

Jadi Peringatan untuk Patuhi Aturan Keimigrasian

Kasus deportasi ini menjadi peringatan bagi seluruh warga asing agar mematuhi aturan keimigrasian.

Setiap izin tinggal memiliki batas waktu dan tujuan penggunaan yang jelas.

Setiap pelanggaran membawa konsekuensi hukum.

Imigrasi menegaskan akan terus menindak setiap pelanggaran yang ditemukan.

Komitmen itu menunjukkan pemerintah serius menjaga ketertiban keimigrasian.

Dominasi kasus overstay juga membuat pengawasan izin tinggal tetap menjadi fokus utama ke depan.

Melalui penegakan hukum dan pengawasan aktif, Imigrasi Kerinci berupaya menekan pelanggaran sekaligus menjaga ketertiban keberadaan warga asing di wilayahnya.

Berita Terkait

Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominan
Cegah Pelanggaran, Kejari Sungai Penuh Bekali Hukum Aparatur Desa
Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh
Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:11 WIB

Cegah Pelanggaran, Kejari Sungai Penuh Bekali Hukum Aparatur Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Berita Terbaru

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto.(poto: kompas.com).

Nasional

MA Batalkan Suket SMA Gibran, PDI-P dan PKS Galang Suara DPR

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:28 WIB

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa partainya menghormati langkah hukum MA sebagai pilar penegakan hukum di Indonesia.(poto: kompas.com).

Nasional

Putusan MA Soal Suket Gibran, Gerindra Buka Suara

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:19 WIB

Pelayan toko emas di Jambi menunjukkan kalung perhiasan kepada pembeli di depan etalase berkilau penuh perhiasan.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Harga Emas di Jambi Akhir Oktober Menguat

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:13 WIB

Peta prakiraan cuaca kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk Sabtu, 31 Oktober.(poto: AI)).

Daerah

Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:03 WIB