Hukum-Hukum Jual Beli dalam Islam

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hukum-Hukum Jual Beli dalam Islam

Hukum-Hukum Jual Beli dalam Islam

Jemarionline – Jual beli merupakan salah satu bentuk muamalah yang paling sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur secara rinci hukum-hukum jual beli agar tercipta keadilan, kejujuran, dan keberkahan bagi semua pihak. Aturan ini bersumber dari Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad ﷺ, serta penjelasan para ulama dalam berbagai kitab fikih.

Artikel ini akan membahas hukum-hukum jual beli dalam Islam, syarat-syaratnya, jenis jual beli yang dilarang, serta sumber kitab rujukannya.

Pengertian Jual Beli dalam Islam

Secara bahasa, jual beli (البيع) berarti tukar-menukar sesuatu.
Secara istilah fikih, jual beli adalah akad tukar-menukar harta dengan harta atas dasar kerelaan yang bertujuan memindahkan kepemilikan.

📖 Sumber kitab:

  • Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu – Wahbah az-Zuhaili

  • Bidayatul Mujtahid – Ibnu Rusyd

  • Dasar Hukum Jual Beli

Hukum asal jual beli dalam Islam adalah boleh (halal).

1. Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)

2. Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan atas dasar suka sama suka.”
(HR. Ibnu Majah)

📖 Sumber kitab:

  • Tafsir Ibnu Katsir

  • Bulughul Maram – Ibnu Hajar al-Asqalani

Baca Juga :  Bolehkah Anak Membayar Zakat Fitrah kepada Orang Tua? Ini Penjelasan Hukum Islam

1. Rukun Jual Beli

Mayoritas ulama menyebutkan empat rukun:

  1. Penjual

  2. Pembeli

  3. Barang atau objek jual beli

  4. Akad (ijab dan qabul)

📖 Sumber kitab:

  • Fathul Qarib – Syaikh Ibnu Qasim al-Ghazzi

  • Al-Majmu’ – Imam an-Nawawi

2. Syarat Jual Beli

a. Syarat Penjual dan Pembeli

  • Berakal

  • Baligh atau mumayyiz

  • Tidak dipaksa

b. Syarat Barang

  • Barang suci dan halal

  • Bermanfaat

  • Milik sendiri atau mendapat izin

  • Dapat diserahterimakan

  • Diketahui sifat dan jumlahnya

📖 Sumber kitab:

  • Kifayatul Akhyar – Taqiyuddin al-Hishni

  • Al-Mughni – Ibnu Qudamah

Macam-Macam Hukum Jual Beli

1. Jual Beli yang Sah dan Halal

Yaitu jual beli yang memenuhi rukun dan syarat, serta tidak mengandung unsur penipuan, riba, atau kezaliman.

📖 Sumber kitab:

  • Bidayatul Mujtahid – Ibnu Rusyd

2. Jual Beli yang Haram

a. Jual Beli Riba

Setiap transaksi yang mengandung tambahan yang disyaratkan secara batil.

📖 Sumber kitab:

  • Al-Umm – Imam Syafi’i

b. Jual Beli Gharar (Ketidakjelasan)

Seperti menjual ikan di laut atau burung di udara.

📖 Sumber kitab:

  • Syarh Shahih Muslim – Imam an-Nawawi

Baca Juga :  Normalisasi Sungai Sepanjang 11 Kilometer Di Kota Sungai Penuh Berlanjut Tahun 2026

c. Jual Beli Barang Haram

Seperti khamr, bangkai, dan babi.

📖 Sumber kitab:

  • Al-Mughni – Ibnu Qudamah

3. Jual Beli yang Makruh

Jual beli yang sah tetapi mengandung unsur yang tidak disukai syariat, seperti transaksi setelah azan Jumat bagi laki-laki yang wajib salat Jumat.

📖 Sumber kitab:

  • Fathul Bari – Ibnu Hajar al-Asqalani

Etika Jual Beli dalam Islam

Islam menekankan nilai moral dalam berdagang, di antaranya:

  • Jujur dan amanah

  • Tidak menipu timbangan

  • Tidak menyembunyikan cacat barang

  • Tidak bersumpah palsu

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.”
(HR. Tirmidzi)

📖 Sumber kitab:

  • Riyadhus Shalihin – Imam an-Nawawi

Penutup

Hukum-hukum jual beli dalam Islam bertujuan menciptakan keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi. Dengan memahami rukun, syarat, serta jenis jual beli yang halal dan haram berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab fikih, umat Islam diharapkan dapat menjalankan transaksi secara benar dan sesuai syariat.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang muamalah dalam Islam.

Berita Terkait

Mengapa Wahyu Pertama Turun Surat Al-‘Alaq Tidak Surat Yang Lain.?
Al-Qur’an Akan Memberi Syafaat bagi Ahlinya
Menghafal Al-Qur’an Saat Puasa Lebih Mudah Daripada Saat Perut Kenyang
Kapan Orang yang Meninggal Tetap Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Hadisnya
Tata Cara Pembagian Zakat Fitrah yang Benar Sesuai Syariat Islam
Apakah Rasulullah Pernah Membayar Zakat Fitrah dengan Uang? Ini Penjelasannya
Bayi Lahir Saat atau Setelah Khutbah Idul Fitri, Apakah Wajib Dibayarkan Zakat Fitrah?
Wajib Diketahui: Empat Macam Puasa wajib Ini
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:00 WIB

Mengapa Wahyu Pertama Turun Surat Al-‘Alaq Tidak Surat Yang Lain.?

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:31 WIB

Al-Qur’an Akan Memberi Syafaat bagi Ahlinya

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:22 WIB

Menghafal Al-Qur’an Saat Puasa Lebih Mudah Daripada Saat Perut Kenyang

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:00 WIB

Kapan Orang yang Meninggal Tetap Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Hadisnya

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:33 WIB

Tata Cara Pembagian Zakat Fitrah yang Benar Sesuai Syariat Islam

Berita Terbaru