Jemarionline – Jual beli merupakan salah satu bentuk muamalah yang paling sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur secara rinci hukum-hukum jual beli agar tercipta keadilan, kejujuran, dan keberkahan bagi semua pihak. Aturan ini bersumber dari Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad ﷺ, serta penjelasan para ulama dalam berbagai kitab fikih.
Artikel ini akan membahas hukum-hukum jual beli dalam Islam, syarat-syaratnya, jenis jual beli yang dilarang, serta sumber kitab rujukannya.
Pengertian Jual Beli dalam Islam
Secara bahasa, jual beli (البيع) berarti tukar-menukar sesuatu.
Secara istilah fikih, jual beli adalah akad tukar-menukar harta dengan harta atas dasar kerelaan yang bertujuan memindahkan kepemilikan.
📖 Sumber kitab:
-
Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu – Wahbah az-Zuhaili
-
Bidayatul Mujtahid – Ibnu Rusyd
-
Dasar Hukum Jual Beli
Hukum asal jual beli dalam Islam adalah boleh (halal).
1. Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
2. Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan atas dasar suka sama suka.”
(HR. Ibnu Majah)
📖 Sumber kitab:
-
Tafsir Ibnu Katsir
-
Bulughul Maram – Ibnu Hajar al-Asqalani
1. Rukun Jual Beli
Mayoritas ulama menyebutkan empat rukun:
-
Penjual
-
Pembeli
-
Barang atau objek jual beli
-
Akad (ijab dan qabul)
📖 Sumber kitab:
-
Fathul Qarib – Syaikh Ibnu Qasim al-Ghazzi
-
Al-Majmu’ – Imam an-Nawawi
2. Syarat Jual Beli
a. Syarat Penjual dan Pembeli
-
Berakal
-
Baligh atau mumayyiz
-
Tidak dipaksa
b. Syarat Barang
-
Barang suci dan halal
-
Bermanfaat
-
Milik sendiri atau mendapat izin
-
Dapat diserahterimakan
-
Diketahui sifat dan jumlahnya
📖 Sumber kitab:
-
Kifayatul Akhyar – Taqiyuddin al-Hishni
-
Al-Mughni – Ibnu Qudamah
Macam-Macam Hukum Jual Beli
1. Jual Beli yang Sah dan Halal
Yaitu jual beli yang memenuhi rukun dan syarat, serta tidak mengandung unsur penipuan, riba, atau kezaliman.
📖 Sumber kitab:
-
Bidayatul Mujtahid – Ibnu Rusyd
2. Jual Beli yang Haram
a. Jual Beli Riba
Setiap transaksi yang mengandung tambahan yang disyaratkan secara batil.
📖 Sumber kitab:
-
Al-Umm – Imam Syafi’i
b. Jual Beli Gharar (Ketidakjelasan)
Seperti menjual ikan di laut atau burung di udara.
📖 Sumber kitab:
-
Syarh Shahih Muslim – Imam an-Nawawi
c. Jual Beli Barang Haram
Seperti khamr, bangkai, dan babi.
📖 Sumber kitab:
-
Al-Mughni – Ibnu Qudamah
3. Jual Beli yang Makruh
Jual beli yang sah tetapi mengandung unsur yang tidak disukai syariat, seperti transaksi setelah azan Jumat bagi laki-laki yang wajib salat Jumat.
📖 Sumber kitab:
-
Fathul Bari – Ibnu Hajar al-Asqalani
Etika Jual Beli dalam Islam
Islam menekankan nilai moral dalam berdagang, di antaranya:
-
Jujur dan amanah
-
Tidak menipu timbangan
-
Tidak menyembunyikan cacat barang
-
Tidak bersumpah palsu
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.”
(HR. Tirmidzi)
📖 Sumber kitab:
-
Riyadhus Shalihin – Imam an-Nawawi
Penutup
Hukum-hukum jual beli dalam Islam bertujuan menciptakan keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi. Dengan memahami rukun, syarat, serta jenis jual beli yang halal dan haram berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab fikih, umat Islam diharapkan dapat menjalankan transaksi secara benar dan sesuai syariat.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang muamalah dalam Islam.









