Jemarionline – Harga cabai di sejumlah daerah di Indonesia masih berada di level tinggi. Kondisi ini membuat banyak masyarakat mengeluhkan mahalnya harga bahan dapur tersebut menjelang Ramadan dan Lebaran.
Namun, pemerintah memperkirakan harga cabai akan mulai turun pada minggu ketiga Ramadan 2026 seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi.
Pasokan Cabai Diprediksi Meningkat
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan bahwa kenaikan harga cabai saat ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi. Curah hujan yang tinggi di sejumlah daerah membuat proses panen dan pengiriman cabai ke pasar menjadi terganggu.
Selain itu, permintaan cabai biasanya meningkat selama bulan Ramadan karena kebutuhan konsumsi masyarakat yang lebih tinggi.
Meski begitu, pemerintah memperkirakan kondisi ini tidak berlangsung lama. Pasokan cabai diprediksi akan bertambah ketika masa panen mulai berlangsung di beberapa daerah penghasil cabai.
Jika distribusi berjalan lancar dan produksi meningkat, harga cabai diperkirakan akan mulai turun pada pertengahan hingga akhir Ramadan.
Harga Cabai Ditargetkan Kembali Normal
Pemerintah berharap harga cabai dapat kembali mendekati harga normal di kisaran Rp50.000 per kilogram setelah pasokan membaik.
Saat ini, di sejumlah pasar harga cabai masih berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram, bahkan lebih tinggi di beberapa wilayah.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga pangan serta menjaga distribusi agar pasokan tetap tersedia di pasar. Langkah ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga menjelang Lebaran.
Dengan adanya tambahan pasokan dari daerah produksi, diharapkan harga cabai bisa kembali stabil sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.









