GOTO Buka Suara Usai Saham Didepak FTSE Russell dan Terancam Keluar dari Indeks MSCI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok. GOTO

Foto: dok. GOTO

Jakarta, Jemarionline.com– PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya buka suara setelah FTSE Russell mencoret saham perseroan dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Keputusan tersebut langsung menarik perhatian investor karena berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar modal Indonesia.

Selain menghadapi pencoretan dari FTSE Russell, GOTO juga masuk dalam radar evaluasi MSCI. Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin mencermati pergerakan saham perusahaan teknologi terbesar di Indonesia tersebut.

Meski demikian, manajemen GOTO menegaskan bahwa perubahan komposisi indeks tidak mengubah fokus perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis jangka panjang.

FTSE Russell Coret GOTO dari Indeks Global

FTSE Russell mengumumkan perubahan komposisi indeks global dalam evaluasi berkala Juni 2026.

Dalam evaluasi tersebut, FTSE Russell mengeluarkan saham GOTO dari FTSE GEIS Mid Cap Index. Perubahan itu mulai berlaku pada 22 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026.

FTSE Russell menjelaskan bahwa status pencatatan saham GOTO menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

“Segmen pasar tersebut merupakan segmen yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS,” tulis FTSE Russell.

Selain GOTO, FTSE Russell juga menghapus beberapa saham Indonesia lainnya dari indeks global yang mereka kelola.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Analisis Ekonomi Terbaru 19 Januari 2026

GOTO Tegaskan Fundamental Tetap Kuat

Manajemen GOTO menilai perubahan indeks merupakan hal yang biasa terjadi di pasar modal global.

Perusahaan menegaskan bahwa keputusan FTSE Russell tidak mencerminkan kondisi operasional maupun fundamental bisnis perseroan.

Karena itu, GOTO tetap menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan dan memperkuat posisi bisnis di sektor ekonomi digital.

Selain itu, perusahaan juga terus memperbaiki efisiensi operasional agar mampu menghasilkan profit yang berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, manajemen berharap investor lebih fokus pada kinerja perusahaan daripada perubahan status indeks.

Risiko Evaluasi MSCI Jadi Perhatian Investor

Pasar juga menyoroti kemungkinan perubahan status GOTO dalam indeks MSCI.

MSCI akan kembali meninjau sejumlah emiten pada Agustus 2026. Jika saham GOTO tidak memenuhi persyaratan likuiditas, MSCI dapat mengeluarkannya dari indeks yang mereka kelola.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena banyak manajer investasi global menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

Akibatnya, perubahan status dalam indeks dapat memengaruhi aliran dana asing ke saham terkait.

Karena itu, investor terus memantau perkembangan evaluasi tersebut.

Saham Teknologi Hadapi Tekanan Pasar

Sektor teknologi masih menghadapi tekanan di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

IHSG sempat turun akibat aksi jual investor dan meningkatnya ketidakpastian global. Selain itu, sejumlah saham berkapitalisasi besar juga mengalami koreksi setelah penyedia indeks global mengumumkan perubahan komposisi indeks.

Baca Juga :  IHSG Dibuka Turun ke Level 6.968 Pagi Ini, Sentimen Global Tekan Pasar

Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut ikut memberi tekanan terhadap saham-saham teknologi, termasuk GOTO.

GOTO Fokus Tingkatkan Profitabilitas

Di tengah tekanan pasar, GOTO tetap fokus memperkuat fundamental bisnis.

Perusahaan terus menjalankan berbagai program efisiensi untuk meningkatkan profitabilitas. Selain itu, manajemen juga mengembangkan layanan digital yang mencakup transportasi, e-commerce, dan teknologi keuangan.

Langkah tersebut bertujuan menjaga pertumbuhan transaksi sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar digital Indonesia.

Karena itu, manajemen optimistis strategi yang dijalankan dapat memberikan hasil positif dalam jangka panjang.

Investor Tunggu Langkah Berikutnya

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan terbaru terkait evaluasi MSCI dan dampak pencoretan dari FTSE Russell.

Selain memperhatikan pergerakan harga saham, investor juga menunggu laporan keuangan berikutnya untuk melihat perkembangan kinerja perusahaan.

Banyak analis menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba akan menjadi faktor utama yang menentukan prospek saham dalam jangka panjang.

Karena itu, perhatian investor tidak hanya tertuju pada indeks global, tetapi juga pada kemampuan GOTO memperkuat bisnisnya. (man)

Berita Terkait

Harga Emas Berbalik Naik, Kabar Baik dari Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar
Rekomendasi Saham Bareksa: BBNI, JSMR, dan INTP Diproyeksi Menguat Seiring Rebound IHSG
IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi
Bitcoin Turun ke Level 70.000 Dollar AS, Tekanan Datang dari Strategy dan Ketidakpastian Iran
OJK Dorong Penguatan BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024–2027 untuk Dukung UMKM
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 25.000, Tinggalkan Level Rp 2,8 Juta
Impor Indonesia Naik 13,40% Januari–April 2026, Bahan Baku Jadi Pendorong Utama
Profitabilitas Asuransi Umum dan Reasuransi Tetap Kuat di Awal 2026, Laba Capai Rp4,22 Triliun
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Berbalik Naik, Kabar Baik dari Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Rekomendasi Saham Bareksa: BBNI, JSMR, dan INTP Diproyeksi Menguat Seiring Rebound IHSG

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:00 WIB

GOTO Buka Suara Usai Saham Didepak FTSE Russell dan Terancam Keluar dari Indeks MSCI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00 WIB

Bitcoin Turun ke Level 70.000 Dollar AS, Tekanan Datang dari Strategy dan Ketidakpastian Iran

Berita Terbaru