Jemarionline.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada periode 13 hingga 16 April 2026. Tinggi gelombang bisa mencapai 4 meter, terutama di wilayah laut terbuka.
Peringatan ini dikeluarkan seiring meningkatnya aktivitas angin di beberapa wilayah yang berpotensi memicu gelombang laut tinggi dan berbahaya bagi aktivitas pelayaran.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Sejumlah perairan yang diprediksi mengalami gelombang tinggi antara lain:
- Perairan Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa
- Perairan selatan Bali, NTB, dan NTT
- Laut lepas yang langsung berhadapan dengan angin kencang
Kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin yang bergerak cukup kuat di wilayah tersebut, sehingga meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan.
Risiko bagi Aktivitas Laut
BMKG mengingatkan bahwa gelombang tinggi dapat menimbulkan risiko bagi berbagai aktivitas di laut, di antaranya:
- Perahu nelayan berisiko pada gelombang 1,25–2,5 meter
- Kapal tongkang dan feri berisiko pada gelombang 2,5–4 meter
- Aktivitas wisata bahari juga berpotensi terdampak
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut untuk:
- Menunda pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan
- Selalu memantau informasi cuaca terbaru
- Mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut
Peringatan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi cuaca. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut.









