Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia ( ilustrasi Poto : dok.ANTARA news )

Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia ( ilustrasi Poto : dok.ANTARA news )

Manila, Jemarionline.com – Pertama, Pemerintah Filipina resmi ajukan persetujuan AS untuk tingkatkan impor minyak Rusia. Selain itu, langkah ini demi amankan pasokan energi di tengah gejolak global. Akibatnya, Manila hindari risiko krisis seperti Timur Tengah.

Ketergantungan Impor Minyak Jadi Pemicu Utama

Kedua, Filipina impor 90% kebutuhan minyak dari luar. Misalnya, ketergantungan Timur Tengah rentan gangguan konflik. Sementara itu, harga Brent fluktuatif US$75-85 per barel. Dengan demikian, Rusia jadi opsi murah US$60.

Baca Juga :  Olimpiade Musim Dingin 2026 Jadi Trending Olahraga Dunia

Lebih lanjut, Menteri Energi Raphael Lotilla konfirmasi negosiasi. “Kami butuh diversifikasi aman,” katanya. Filipina DOE

Strategi Diplomatik ke AS

Untuk memulai, AS sanksi Rusia pasca-Ukraina 2022. Selanjutnya, sekutu seperti Filipina wajib minta waiver. Di sisi lain, India & China sudah impor bebas Rusia.

Pertama-tama, permintaan dispensasi via Kementerian Luar Negeri. Kedua, jamin transaksi tidak dukung militer Rusia. Oleh karena itu, Washington pertimbangkan karena aliansi Indo-Pasifik.

Alternatif Sumber Energi Lain

Lebih dari itu, Filipina incar minyak Venezuela & Iran. Sementara, tingkatkan LNG Australia + Qatar. Akibatnya, cadangan strategis naik 30 hari jadi 60 hari.

Baca Juga :  Trump Batalkan Ancaman Tarif ke Eropa, Sebut Ada Titik Terang Soal Greenland

Langkah pertama, tender impor baru Q1 2026. Langkah kedua, subsidi BBM domestik. Dengan begitu, inflasi energi terkendali 4-5%.

Dampak Ekonomi & Geopolitik

Secara keseluruhan, keberhasilan waiver stabilkan harga listrik Filipina. Di samping itu, perkuat posisi Manila lawan China Laut China Selatan.

Jemarionline

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru